Jambi, Jamkesnews - Tingginya biaya berobat membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya sebuah jaminan kesehatan untuk melindungi dan menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan bagi keluarga. Hal itupun yang sangat disadari oleh Sodiq (37).

Sodiq mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi di bidang kesehatan menjadi salah satu sebab semakin tingginya biaya pengobatan. Hal ini tentu menjadi sebuah ironi di kala pendapatan ekonominya sendiri belum dapat dikatakan stabil, ditambah lagi ia menanggung biaya pengobatan kedua orang tuanya sebelum era Jaminan Kesehatan Nasional berlaku di Indonesia. Pengobatan rutin berupa cuci darah yang dilakukan oleh ayahnya telah menghabiskan sebagian besar pendapatan bulanan dirinya yang berprofesi sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan swasta di Kota Jambi.

Beruntung kini sudah ada Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Sehingga dapat menjadi solusi bagi dirinya untuk dapat memberikan pengobatan secara baik dan berkala bagi ayahnya, tanpa perlu memikirkan tentang biaya pengobatan tetapi ia cukup secara rutin membayarkan iuran setiap bulannya.

"Begitu saya tahu ada program jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat, tanpa berpikir panjang saya langsung mendaftarkan kedua orangtua beserta adik-adik saya untuk menjadi peserta program ini," sebutnya antusias.

Sekian lama memanfaatkan layanan kesehatan yang dijamin oleh program JKN-KIS, Sodiq mengaku tidak pernah kecewa atas pelayanan yang diberikan bagi ayahnya.

“Pelayanan yang kami dapatkan sebagi peserta program JKN-KIS juga sangat baik, seluruh tenaga kesehatan yang memberikan layanan semuanya baik, tidak ada pembedaan fasilitas sebelum dan sesudah ayah saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Informasi terkait prosedur dan ketentuan pelayanan pun dijelaskan secara rinci sehingga tidak ada kesulitan bagi kami dalam mendapatkan layanan semenjak menjadi peserta program JKN-KIS,” sebutnya.

Sodiq juga mengungkapkan bahwa Ia memahami betul bahwa iuran yang ia bayarkan selama ini digunakan untuk membantu peserta JKN-KIS lain yang sakit. Ia juga menyadari prinsip gotong royong adalah hal yang paling ditegaskan dalam pelaksanaan program JKN ini, bahkan dirinya menyebutkan contoh sederhana bisa dilihat dari kepesertaan dirinya beserta keluarga. Sodiq beserta ibu dan adik- adik bisa dikatakan jarang memanfaatkan layanan kesehatan, namun bagi ayahnya layanan Kesehatan yang dijamin oleh program JKN ini sangat bermanfaat untuk memberikan harapan hidup.

“Iuran yang kami bayarkan tiap bulan rasanya hanya mampu menutup untuk satu kali proses hemodialisa ayah, sedangkan kondisi ayah membutuhkan sekurangnya 2x proses hemodialisa dalam 1 minggu yang artinya 8x dalam satu bulan. Tidak terbayangkan berapa jumlah peserta yang kami manfaatkan iurannya untuk menutupi pelayanan Kesehatan ayah,” sebut Sodiq

Berdasarkan kondisi tersebut, Sodiq berpesan kepada peserta program JKN-KIS untuk dapat secara rutin membayarkan iuran mereka. Karena mungkin kali ini kita sendiri tidak memanfaatkan layanan ini, namun bukan tidak mungkin nantinya akan ada giliran kita untuk memanfaatkannya.