Kebumen, Jamkesnews – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus mendapat dukungan dari masyarakat luas, termasuk dari petugas kesehatan. Kusmiyati (47) misalnya, seorang Bidan Puskesmas Ayah I Kebumen. Di sela kesibukannya bertugas, Kusmiyati kerap memberikan sosialisasi Program JKN-KIS kepada masyarakat karena menganggap program ini sangat penting. Dalam kesempatan Rakor PKK, pertemuan Kader balita, lansia dan juga Posbindu, ia akan manfaatkan untuk menyisipkan edukasi tentang JKN-KIS.

“Selain itu saya juga sosialisasikan saat acara yasinan maupun saat arisan. Saya berikan himbauan ke masyarakat agar mengikuti program JKN-KIS,” ungkapnya, Senin (22/11).

Langkah kecil ini bagi Kusmiyati merupakan bentuk dukungannya terhadap upaya pemerintah memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Ia ingin masyarakat tahu bahwa pemerintah telah membuatkan wadah yang diwujudkan dalam Program JKN-KIS, jadi tinggal diikuti. Apalagi sebagai bidan di desa Kusmiyati sedikit banyak tahu kondisi penduduk setempat. Tanpa perlindungan JKN-KIS akan sangat sulit untuk bertahan ketika sakit, terlebih bagi masyarakat desa dengan perekonomian menengah ke bawah.

“JKN-KIS itu sangat menolong orang yang tidak mampu, apalagi saat kondisi ekonomi yang belum stabil dengan adanya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Ia lantas memberikan contoh manfaat yang diterima sebagai peserta program ini. Diterangkannya, bagi ibu hamil yang mempunyai indikasi kehamilan tidak bisa melahirkan normal maka akan membutuhkan dokter spesialis kandungan. Belum lagi kalau harus diambil tindakan operasi caesar. Menurut Kusmiyati bagi masyarakat di desa yang pendapatannya saja tidak tentu, istilahnya serabutan, untuk kebutuhan sehari-hari saja mungkin tidak cukup, apalagi simpanan atau tabungan kesehatan.

“Dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS maka biaya tersebut akan terjaminLain cerita jika belum terdaftar. Biaya besar dan sangat mahal harus ditanggung sendiri. Ya kalau punya sawah, mungkin masih bisa jual sawah kalau sakit, kalau masyarakat desa yang tidak punya bagaimana,” kata Kusmiyati.

Secara tegas ia juga menyampaikan kondisi kesehatan seseorang ke depannya tidak ada yang tahu. Bisa saja penyakit tiba-tiba datang dan tak disangka-sangka. Tanpa bekal JKN-KIS, hal tersebut hanya akan menambah masalah.

“Saya biasanya sosialisasikan ke orang-orang, belum tentu kita pegang uang banyak saat penyakit datang. Kalau sewaktu-waktu sakit terus diminta operasi pasti akan bingung mengambil keputusannya. Maka dari itu saya sarankan daftar JKN-KIS, tidak usah ambil kelas yang tinggi-tinggi tidak apa-apa, bisa daftar kelas 3 dulu, yang penting aman terlindungi jaminan kesehatan. Yang sudah jadi peserta, jangan lupa bayar iuran tepat waktu agar kartunya selalu aktif dan bisa digunakan kalau mendadak sakit,” pungkasnya.

 (ma/rt)

 

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI