Klaten, Jamkesnews - Klinik Pondok Sehat berhasil meraih peringkat pertama sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Berkomitmen kategori Klinik Pratama se-wilayah Kabupaten Klaten tahun ini. Mirna Damar Santi, dokter penanggung jawab Klinik Pondok Sehat, mengatakan bahwa dirinya memfokuskan energi ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, termasuk pasien JKN-KIS. Menurutnya, hal ini nampak kecil dan sering tidak dipedulikan, namun berdampak besar pada kepuasaan pasien ketika mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter.

“Kami tidak mengejar penghargaan atau peringkat ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Yang kami utamakan adalah caring ke pasien, memberikan energi kami ketika berhadapan ke pasien sehingga pasien merasa puas ketika mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik kami,” ujar Mirna, Kamis (18/11).

Mirna mengatakan, ia beserta tim hanya berusaha memenuhi komitmen yang telah disepakati ketika memutuskan untuk bermitra dengan BPJS Kesehatan. Berbagai macam upaya pun dilakukan Klinik Pondok Sehat untuk meningkatkan kepuasan pasien. Antara lain dengan telah mengimplementasikan antrean elektronik yang memudahkan pasien untuk mengetahui dan memberikan kepastian waktu kunjungan sehingga mengurangi tumpukan kunjungan ketika berobat di klinik.

“Bermitra dengan BPJS Kesehatan membantu kami meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Contohnya, BPJS Kesehatan telah menyediakan software untuk antrean elektronik, kami tinggal menggunakannya saja. Kalau kami yang harus membuat software-nya mungkin masih akan nanti-nanti karena untuk membuat software memang membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang cukup besar,” jelas Mirna.

Selain itu, Klinik Pondok Sehat juga telah mengimplementasikan konsultasi online baik melalui aplikasi Mobile JKN, maupun melalui WhatsApp, pesan singkat, ataupun telepon. Mirna menambahkan untuk pasien yang berkonsultasi online dan membutuhkan peresepan obat, pasien dapat datang ke klinik untuk mengambil obat. Hal ini untuk mengurangi kerumunan dengan pasien lain selama masa pandemi Covid-19.

Klinik Pondok Sehat juga mempunyai dua klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pasien Diabetes Mellitus (DM), dan Hipertensi (HT) dengan total peserta sekitar 189 orang. Klub Prolanis ini juga mempunyai kegiatan-kegiatan untuk memantau dan menjaga kesehatan para pasien prolanis. Kegiatan tersebut antara lain edukasi penyakit kronis, senam prolanis, pemeriksaan kadar gula darah dan lain sebagainya.

“Edukasi kesehatan rutin kami bagikan ke grup-grup prolanis, apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini kami berusaha membagikan info-info bagaimana menjaga kesehatan bagi pasien prolanis. Selain itu jika ada pasien yang konsultasi online kami selipkan juga tentang info-info yang berkaitan dengan kesehatan,” jelas Mirna.

Mirna justru merasa senang jika sering dihubungi pasien perihal kesehatan pasien. Hal itu berarti pasien aware dengan kesehatannya masing-masing sebelum menjadi semakin parah di samping pasien juga merasakan kedekatan dengan dokter.

“Saya senang karena pasien tidak rikuh dengan dokter sehingga apabila merasakan sakit langsung menghubungi kami. Kami juga dapat mengobati pasien sebelum penyakit menjadi semakin parah. Bahkan saya pribadi pernah dihubungi pasien pukul tiga pagi karena pasien sakit perut,” ujar Mirna sambil tersenyum.

Sementara itu, Klinik Pondok Sehat juga pernah meraih penghargaan di tahun 2019 sebagai FKTP dengan Angka Rujukan Terkendali Terbaik Ketiga se-Klaten, dan di tahun 2020 sebagai FKTP dengan Pencapaian KBK Terbaik Pertama se-Klaten. (ma/is)