Pati, Jamkesnews – Tuty Ingniati, pemilik Klinik Petra Farma Kabupaten Pati mengungkapkan bahwa kliniknya sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak berstatus era PT Askes (Persero). Tuty pun mengaku terus mengikuti inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan.

“Sudah sekitar 10 tahun kita bekerja sama. Era pandemi ini, BPJS Kesehatan mengembangkan banyak inovasi, dan kami terus ikut menyosialisasikannya kepada peserta kami. Misalnya seperti aplikasi Mobile JKN. Jadi setiap pasien datang pasti kami tanyakan apakah sudah mengunduh Mobile JKN atau belum, dan jika belum, petugas kami akan memandu untuk menginstal aplikasi Mobile JKN,” ujar Tuty, Jumat (19/11).

Tuty mengatakan, inovasi yang sedang digencarkan saat ini adalah antrean elektronik dan layanan konsultasi dokter dari aplikasi Mobile JKN. Tuty menjelaskan, Klinik Petra Farma sudah menjalankan antrean elektronik sejak lama. Hal tersebut membuat peserta tidak menumpuk saat menunggu di klinik.

“Kalau sudah daftar dari rumah, setelah memilih akan konsultasi dengan dokter siapa, mereka tinggal memperhitungkan jarak antrean dengan jarak rumah ke klinik, sehingga sampai di klinik tinggal cetak antrean. Jadi peserta tidak menunggu lama dan tidak berhimpitan,” tambah Tuty.

Selain itu, layanan konsultasi dokter pun sudah beberapa kali dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS. Peserta mulai memanfaatkan fitur-fitur yang ada di aplikasi Mobile JKN dan seringkali peserta memanfaatkan konsultasi dokter untuk bertanya seputar keluhan kesehatannya.

“Tetapi terkadang ada yang sekedar bertanya apakah klinik buka atau tidak dan apakah dokter ini jaga atau tidak. Kami selalu berusaha untuk selalu menjawab setiap pertanyaan yang ada,” jelas Tuty yang kini kliniknya sudah memiliki 3.333 peserta. 

Meskipun masih di tengah pandemi, Klinik Petra Farma tetap memberikan layanan kepada pasien JKN-KIS dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti menerapkan penggunaan APD lengkap bagi petugas klinik berupa masker medis, faceshield, hazmat, dan handscoon, lalu pembatasan jarak tempat duduk, penyediaan tempat cuci tangan.

“Kami bangga atas inovasi-inovasi yang diberikan BPJS Kesehatan, karena membantu kami di FKTP dalam mengurai kerumunan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Harapan saya, inovasi ini didukung oleh seluruh FKTP, disosialisasikan kepada peserta dan seluruh petugas kesehatan,” kata Tuty. (ma/lz)

 

 

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI