Semarang, Jamkesnews – Kondisi pandemi Covid-19 menuntut setiap pemberi layanan publik untuk memformulasikan skema layanan non-tatap muka. Kondisi ini juga berlaku untuk layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan. Misalnya saja Suzanna, dokter yang berpraktek di Klinik Sehati. Klinik Sehati baru saja memperoleh penghargaan sebagai faskes yang sangat optimal dalam memanfaatkan Mobile JKN Faskes.

Penghargaan yang didapatkannya dari BPJS Kesehatan Cabang Semarang ini cukup beralasan. Pasalnya, faskes ini memang sudah lama memberikan layanan telekonsultasi, bahkan sebelum aplikasi Mobile JKN Faskes diluncurkan. Dulu, Klinik Sehati memanfaatkan layanan telepon dan WhatsApp sebagai media konsultasi non tatap muka.

Aplikasi Mobile JKN Faskes yang dimanfaatkan oleh FKTP ini terkoneksi langsung dengan aplikasi Mobile JKN milik peserta. Hal ini tentu memudahkan peserta JKN-KIS, karena aplikasi Mobile JKN dapat mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan dan kebutuhan pelayanan administrasi.

“Aplikasi Mobile JKN Faskes ini sangat bermanfaat karena rata-rata pasien juga memerlukan obat saat berkonsultasi. Lewat Mobile JKN Faskes, peresepan obat kepada pasien dapat terdata dengan baik sehingga kronologis nya pun bisa diakses kembali,” tutur Suzanna, Jumat (19/11). 

Mobile JKN Faskes tidak hanya dimanfaatkan untuk media konsultasi dengan pasien, namun juga dapat menunjukkan data peserta yang terdaftar di FKTP. Dokter juga dapat melihat riwayat berobat pasien tertentu.

Dengan adanya fitur konsultasi dokter di aplikasi Mobile JKN, peserta JKN-KIS tidak lagi memadati antrean di Klinik Sehati. Fitur ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada peserta JKN-KIS maupun kepada faskes dalam memberikan layanan kesehatan.

“Jadi menurut saya adanya Mobile JKN Faskes ini sangat menguntungkan bagi saya, terutama di masa pandemi. Pasien saya bisa berkonsultasi tanpa datang ke klinik serta konsultasi kami bisa tercatat begitu pula peresepan obatnya. Sehingga sewaktu-waktu bisa dilakukan pengecekan kronologis," ujar Suzzana. (sw/hm)