Kebumen, Jamkesnews –  Digitalisasi layanan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) semakin memudahkan peserta. Hal ini diungkapkan Dimas Rio Ramadhan (32) warga Karanganyar Kebumen, peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Dalam penuturannya kepada tim Jamkesnews, Rabu (17/11), Dimas mengaku sangat senang karena BPJS Kesehatan telah banyak mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN-KIS. Sebut saja salah satunya Mobile JKN. Dimas mengaku aplikasi ini sebagai aplikasi bantu sudah sangat lengkap fiturnya. Menurutnya, Mobile JKN mudah digunakan dan sangat membantu peserta dalam mengakses layanan JKN-KIS.

"Saya mulai familiar dengan aplikasi ini karena mengikuti perkembangan teknologi dalam ranah pelayanan publik. Dulu ketika tahu saya langsung download dan registrasi. Ternyata fiturnya lengkap sekali. Melebihi ekspektasi awal saya,” terang Dimas yang berprofesi sebagai pegawai di Bank Syariah Indonesia (BSI) ini. 

Ia melanjutkan, awalnya ia mengakses Mobile JKN karena ingin memiliki kartu digital sehingga tidak repot membawa kartu JKN-KIS kemana-mana. Namun demikian, ternyata yang ia dapatkan lebih dari itu.

“Mobile JKN bisa dibilang sumber informasi. Semua ada. Layanan ubah data peserta ada. Mau ganti fasilitas kesehatan bisa juga. Lalu ada juga berita terkini tentang Program JKN-KIS di Mobile JKN, dari situ kita jadi tahu perkembangan informasi-informasi terbarunya,” ungkap Dimas takjub.

Dimas merasa dengan Mobile JKN kemudahan layanan ada di genggaman tangan. Berbekal handphone dan sinyal sudah cukup untuk bisa mengaksesnya.

Selain Mobile JKN, Dimas juga sudah mencoba layanan BPJS Kesehatan Care Center 165. Diakuinya respon layanannya juga sangat cepat. Saat itu ia merasa kebingungan karena ternyata Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) anaknya baru terdaftar di dokter umum saja, belum ada dokter gigi.

“Saya waktu itu butuh solusi segera karena anak mengeluh sakit gigi. Saya telepon 165 dan saat itu juga kebutuhan saya terpenuhi. Saya cek di Mobile JKN sudah ada data dokter giginya,” kata Dimas.

Tidak sampai disitu, akhir-akhir ini Dimas pun terbantu dengan Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA). Istrinya, Trias Anggraeni (31), resign bekerja karena perusahaan terdampak pandemi Covid-19. Status kepesertaan JKN-KIS istrinya menjadi non aktif. Dimas pun berusaha mengalihkan kepesertaan istri mengikuti dirinya melalui PANDAWA.

“Prosesnya sangat cepat, tidak sampai 30 menit sudah tuntas. Setelahnya saya cek di Mobile JKN kepesertaan istri sudah mengikuti saya dan kembali aktif,” imbuhnya.

Dimas berharap berbagai kemudahan layanan tersebut bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya bagi orang yang berpendidikan tinggi, tetapi semua kalangan tanpa batas. Untuk bisa menjangkaunya, menurutnya digitalisasi layanan harus bisa tersosialisasikan dengan lebih baik lagi sehingga semua orang bisa familiar dan merasakan langsung manfaatnya. (ma/rt)