Grobogan, Jamkesnews - Sosok yang ramah dan murah senyum adalah kesan pertama yang muncul saat bertemu Subur Riyadi (50). Ketika ditemui di tempat tugasnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) ini mengungkapkan rasa syukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Ia mengaku telah terbantu dan merasakan banyak manfaat dari program JKN-KIS, terutama dalam pengobatan kanker paru yang dideritanya.

“Saya rutin berobat setiap bulan akibat penyakit kanker paru. Setiap hari saya harus mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit ini. Obat yang saya konsumsi pun harganya tidak murah, bisa mencapai puluhan juta untuk satu bulan. Sungguh saya sangat bersyukur akan kehadiran Program JKN-KIS ini. Betapa pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, ketika sakit tidak khawatir akan biaya pengobatan yang perlu dikeluarkan,” ujar Subur, Jumat (19/11).

Warga Betengan Kecamatan Bintoro Kabupaten Demak ini menceritakan bahwa gejala kanker yang dideritanya diawali dengan rasa nyeri di dada. Keluhan ini pertama kali dirasakan saat Ia bertugas di Barabai, Kalimantan Selatan. Berbekal rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), ia memeriksakan diri ke RSUD Barabai. Diagnosa kanker paru yang dideritanya masih belum diketahui sampai akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa paru-paru kanannya mengecil dan berwarna hitam karena berisi darah dan nanah. Setelah mengeluarkan cairan dari parunya, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa Subur menderita kanker paru disarankan untuk menjalani kemoterapi.

“Setelah dua setengah bulan di rumah sakit dan cairan sudah bersih saya di perbolehkan pulang dan wajib kontrol satu bulan sekali. Dari kontrol tersebut saya mendapatkan obat yang harganya luar biasa mahal. Pengobatan ini sudah saya lakukan sejak tahun 2018. Entah sudah berapa ratus juta BPJS Kesehatan membiayai pengobatan saya. Seandainya saya bukan peserta JKN-KIS, saya tidak akan sanggup untuk membayar biaya pengobatan ini. Sungguh luar biasa BPJS Kesehatan dalam melayani pesertanya,” ungkap Subur.

Terakhir, Subur menyampaikan apresisasi kepada Pemerintah karena telah meluncurkan Program JKN-KIS. Kondisi Subur saat ini berbeda jauh dengan kondisinya pada saat sakit dulu. Berjuang melawan kanker, berat badan Subur sempat susut hingga mencapai sekitar 40 kilogram saja. Teman-teman Subur pun mengatakan bahwa ia mendapatkan berkah yang sangat luar biasa karena bisa melewati sakit yang diderita.

“Ayo mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dan bayar iuran dengan disiplin. Pemerintah Daerah juga harus meningkatkan pendaftaran penduduknya. Program ini sangat mulia, dengan iuran yang terjangkau, peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang luar biasa,” ajaknya. (sw/rd)