Surabaya, Jamkesnews –  Antrean panjang hingga harus menunggu berjam – jam adalah hal yang biasanya muncul dalam benak sebagian besar masyarakat ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS). Demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi pesertanya, BPJS Kesehatan mengembangkan aplikasi antrean online yang terintegrasi dan dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN. Hal ini pun dimanfaatkan dengan baik oleh Lely Indrawati Dwi Sagita (29), warga Kutisari Selatan, Kota Surabaya.

Lely mengakui bahwa dengan adanya aplikasi antrean online yang ada di Mobile JKN, membuat pengalaman berobat di RS menjadi lebih nyaman dan lebih cepat. Dirinya juga tidak lagi khawatir resiko terpapar virus atau penyakit karena terlalu lama berada di keramaian.

“Sebelumnya, kalau saya akan berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau faskes tingkat lanjutan, saya selalu kebagian antrean paling belakang. Karena saya juga ibu yang bekerja,” terang Lely.

Lely yang mengaku telah terdaftar sebagai peserta JKN – KIS sejak tahun 2017 sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah ini menambahkan, dulu ketika masih menggunakan cara lama saat berkunjung ke dokter pribadi, klinik atau rumah sakit waktu sakit, ia merasa tidak dapat mengukur waktu berobat. Sehingga Ia pun merasa inovasi dari BPJS Kesehatan ini sangat bermanfaat.

“Belum lagi harus mengantre lama dan dalam kondisi sakit. Pastinya ini sangat tidak menyenangkan. Sekarang kita bisa datang menjelang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam aplikasi antrean online,” ungkap Lely yang ditemui di ruang pelayanan RSI Jemursari Surabaya.

Selain itu, tambah Lely, bukan saja bisa memperoleh nomor antrean dari rumah (karena pakai Mobil JKN, red), tetapi juga dengan sistem antrean online ini Ia juga bisa mengetahui jumlah antrean yang sedang dilayani karena bisa dimonitor melalui ponselnya.

“Begitu juga bila tiba-tiba ada halangan, saya juga bisa segera mengubah jadwal kunjungan rumah sakit langsung melalui aplikasi Mobile JKN. Tapi semua ini masih tetap sesuai prosedur layanan berjenjang, jadi tidak bisa digunakan untuk berobat semaunya,” jelas Lely.

Melihat besarnya manfaat yang bisa didapatkan dari pelayanan melalui sistem antrean online yang terintegrasi pada aplikasi Mobile JKN, maka ia pun berharap BPJS Kesehatan bisa semakin gencar dalam mensosialisasikan program ini, agar semakin banyak masyarakat yang dimudahkan ketika harus berobat.

“Sistem antrean online ini adalah solusi pilihan pintar dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas, supaya lebih banyak masyarakat yang tau dan bisa memanfaatkan aplikasi ini,” pungkas Lely. (ar/ws)