Palangka Raya, Jamkesnews – Sakit bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat, setidaknya itulah yang telah dialami oleh Kristina (54). Wanita paruh baya yang tinggal di Desa Tumbang Tajungan Kabupaten Gunung Mas ini mengalami kejadian kritis sehingga harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Sebelum di larikan ke UGD rumah sakit, ia sempat mengalami beberapa kali muntah darah, bahkan ia juga sempat mendapatkan pertolongan pertama di rumah salah seorang tenaga medis.

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews.com pada Jumat (08/10), Kristina telah berada di salah satu ruang perawatan yang ada di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Dengan didampingi oleh sang anak, Kristina menceritakan kejadian yang ia alami tersebut hingga menyebabkan dirinya kini berada di rumah sakit.

“Sehari sebelumnya saya tidak merasakan keluhan apapun, riwayat penyakit juga tidak ada. Tetapi tiba-tiba saya batuk dan muntah, setelah saya muntahkan ternyata darah. Pertama kali saya muntah darah itu hari Rabu (06/10), sempat juga di infus waktu masih di kampung. Karena tidak ada perubahan dan masih tetap muntah saya langsung diantarkan ke UGD rumah sakit sini, saya masuk rumah sakit melalui UGD dari hari Kamis (07/10),” ungkap Kristina menjelaskan kejadian yang ia alami.

Selain itu, Kristina juga mengungkapkan bahwa pelayanan yang ia dapatkan sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat baik. Dari mulai pelayanan di UGD sampai mendapatkan perawatan di ruang rawat inap semuanya mudah dan tidak ada kendala.

“Pelayanan dari rumah sakit kepada saya juga sangat baik, tidak ada kendala selama proses pelayanan dari UGD sampai dapat ruang perawatan ini. Prosesnya juga mudah, ruangannya nyaman dan tidak ada biaya tambahan yang saya keluarkan. Meskipun saya sakit dan dirawat jauh dari rumah, karena ada program JKN saya tetap bisa mendapatkan pelayanan yang baik seperti ini,” jelas wanita yang bekerja sebagai aparat desa di Kabupaten Gunung Mas ini.

Menutup perbincangan, Kristina mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada program JKN-KIS. Ia juga berpesan bahwa menjadi peserta JKN-KIS akan sangat bermanfaat seperti yang telah ia alami sendiri. (KA/ma)