Saya menjadi peserta JKN-KIS dengan harapan biaya pengobatan dapat terasa lebih ringan dibandingkan harus membayar sendiri”

Gianyar, Jamkesnews – Mengidap Diabetes Mellitus (DM) sejak usia 30 tahun, membuat Ida Ayu Putu Oka (61) harus benar-benar menahan hasratnya untuk menjalani pola hidup yang dulunya cukup bebas. Kini, dirinya harus mulai pola hidup sehat terutama dari segi makanan. Sejak didiagnosa menderita DM oleh dokter, praktis Dayu begitu sapaan akrabnya harus menjalani pengobatan rutin setiap bulannya dan harus mengikuti anjuran dokter untuk menyeimbangkan makanan yang sehat.

Menurut penuturannya, pola makannya saat ini telah sesuai dengan yang dianjurkan dokter, hanya saja pengobatannya yang baru mulai rutin setelah ia menjadi peserta JKN-KIS. Dayu mengaku bahwa ia sangat memikirkan tentang biaya pengobatan apalagi sebelumnya ia sempat menjalani rawat inap dengan biaya sendiri, bersyukur keponakannya mendaftarkannya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Keponakan mendaftarkan saya menjadi peserta JKN-KIS kelas 3, setiap bulan saya bayar Rp35.000,- tetapi setiap saya berobat, tidak perlu membayar lagi seperti dulu, saya merasa sangat nyaman sekarang,” ungkap Dayu.

Meskipun hanya di kelas 3, Dayu merasakan manfaat yang ia dapat lebih besar dari pada apa yang ia bayarkan. Dirinya pun telah diberitahukan jika menjalani rawat inap, ia hanya akan dirawat di ruang kelas 3, ia  dengan yakin menyatakan bahwa hal tersebut tidak masalah baginya.

“Dulu saya juga dirawat di kelas 3, namun bedanya saat itu saya membayar sendiri dan biayanya juga lumayan tinggi bagi saya, tetapi sekarang saya tidak perlu memikirkan itu lagi karen sudah ada JKN-KIS,” lanjutnya.

Dayu sendiri saat ini menjalani pengobatan rutin setiap bulan, ia menjadi peserta rujuk balik yang setiap bulan harus datang ke fasilitas kesehatan atau apotek yang ditunjuk untuk mengambil obat yang tidak boleh putus untuk dikonsumsinya.

Lancarnya pengobatan yang ia jalani berkat JKN-KIS, membuatnya begitu bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah mencanangkan program ini sehingga masyarakat sepertinya dapat menikmati pengobatan yang sesuai dengan yang diinginkan. (dh/gw)