Palangka Raya, Jamkesnews – Sebagai seorang penderita batu ginjal, Arsuni (71) sudah berulang kali berobat bahkan sampai melakukan operasi. Batu ginjal atau yang juga dikenal dengan istilah Nefrolitiasis adalah kondisi saat material keras menyerupai batu terbentuk di dalam ginjal. Material ini terbentuk dari sisa zat di dalam darah yang disaring oleh ginjal lalu mengendap dan mengkristal seiring berjalannya waktu.

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews.com pada Jumat (08/10), Arsuni sedang berada di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Palangka Raya untuk menunggu tindakan operasi. Kepada tim Jamkesnews.com Arsuni mengaku bahwa ia telah beberapa kali menjalani pengobatan baik karena sakit ginjal yang ia derita maupun penyakit yang lainnya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sempat operasi batu ginjal pada tahun 2013, saat itu ia menjalani operasi sebagai pasien umum karena belum ada program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Dulu saya sempat operasi batu ginjal juga, sekitar tahun 2013. Saat itu operasinya di Rumah Sakit Doris Sylvanus, karena belum ada BPJS (program JKN-KIS) jadi dulu bayar pakai uang sendiri untuk biaya operasinya. Setelah ada BPJS (program JKN-KIS) ini, saya langsung mendaftar untuk membantu biaya pengobatan,” jelas Arsuni.

Pria yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) ini telah dirawat selama seminggu di RS PKU Muhammadiyah. Menurutnya, hal ini disebabkan karena Hemoglobin (Hb) yang ia miliki dibawah standar. Sebagai informasi tambahan, Hemoglobin (Hb) adalah protein pada sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika sel darah merah mengalami gangguan atau produksinya menurun, jumlah Hemoglobin (Hb) juga akan berkurang.

“Ini saya di rumah sakit sudah selama satu minggu, kemarin masuk dari hari Sabtu (02/10) tetapi belum bisa dilakukan tindakan operasi karena kadar Hb saya yang masih dibawah standar. Informasi dari dokter Hb saya hanya delapan, sedangkan untuk normalnya adalah tiga belas sampai tujuh belas katanya,” imbuh Arsuni.

Arsuni juga mengakui bahwa dengan keberadaan progrm JKN-KIS saat ini menjadi pendamping dirinya dalam menjalani pengobatan ginjal. “Dengan BPJS (program JKN-KIS) ini saya bisa berobat lagi. Saya akui adanya BPJS sangat membantu dan bermanfaat sekali untuk saya,” tutup Arsuni. (KA/ma)