Malang, Jamkesnews – Agung Putra Kusuma (35) merasa bersyukur telah terdaftar sebagai peserta. Pasalnya, kali ini bukan hanya dirinya saja yang menerima manfaat, namun seluruh keluarganya dapat menggunakan manfaat layanan kesehatan BPJS Kesehatan. Pria yang bekerja di bagian Teknologi dan Informasi (TI) dari perusahaan air PDAM Kota Malang ini pun sempat tidak menyangka, jika anak dan istrinya harus masuk rumah sakit di kala Pandemi Covid-19 seperti ini. Pria dengan sapaan akrab Agung ini pun harus berjuang untuk kesembuhan dua orang terdekatnya tersebut. Untungnya, Agung adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Semuanya terjadi sejak awal pandemi kemarin. Anak saya mengalami demam tinggi, lalu saya bawa ke IGD Rumah Sakit Lavalette dan di diagnosis sakit Tipus. Saat itu juga saya langsung melengkapi dokumen dan memberikan kartu JKN-KIS anak saya,” buka Agung.

Proses administrasi yang tidak ribet dan cepat, membuat Agung tidak merasa kesulitan untuk merawat anaknya di Rumah Sakit Lavalette. Selain itu, Agung juga mengungkapkan bahwa tidak ada biaya yang timbul dari perawatan anaknya menggunakan JKN-KIS.

“Di situ saya sudah mengira berapa totalnya, karena untuk rawat inap 7 hari. Pasti biayanya tidak murah. Eh ternyata malah tidak ada biaya. Alhamdulillah,” syukur Agung.

Tak hanya putranya, istri Agung pun mengalami sakit yang tidak terduga. Sang istri didiagnosis kanker tiroid dan harus segera dilakukan tindakan. Tidak menunggu lama, Agung segera memeriksakan istrinya ke dokter spesialis agar segera tertangani dengan baik dan operasi pun bisa segera terlaksana.

“Sama dengan kejadian anak saya yang lalu, saya berpikir walaupun dicover JKN-KIS pasti biayanya masih besar karena ini kan tindakan operasi, berbeda dengan anak saya kemarin. Tapi untuk kedua kalinya saya terkejut kembali. Tidak ada biaya lagi,” cerita Agung. (ar/ae)