Luwuk, Jamkesnews – Menjalankan peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga mengharuskan Rosdiana (41) harus terus beraktifitas hampir tanpa jeda. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi risiko terkena penyakit, Rosdiana mengaku jaminan kesehatan sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas kesehariannya.

Rosdiana merupakan peserta Program JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Sebagai pekerja disalah satu badan usaha di Kabupaten Banggai mengharuskan Rosdiana bekerja dari pagi hingga sore hari. Dengan waktu kerja yang yang rutin dilakukannya tiap hari dan ditambah faktor usia yang tidak mudah lagi, membuat dirinya lebih berpotensi mengalami sakit. Beruntung sebagai seorang karyawan dirinya dan keluarganya telah didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

“Dengan bekerja disini saya mendapatkan kartu JKN-KIS dari perusahaan, bukan cuma saya sendiri, semua anggota keluarga juga dapat. Kami sudah sering merasakan manfaatnya. Saya beserta keluarga sering berobat menggunakan kartu JKN ini di Puskesmas tempat kami terdaftar ketika sudah mulai merasa tidak enak badan,” ujar Rosdiana.

Rosdiana menjelaskan, JKN-KIS harus dimiliki oleh setiap orang sebagai jaminan Kesehatan saat sakit, apalagi menjadi ibu rumah tangga yang juga bekerja. Selain adanya kartu JKN, kita juga harus menjaga daya tahan tubuh untuk tetap sehat agar tidak mudah sakit, karena dengan aktifitas yang padat kita  membutuhkan energi lebih banyak untuk bekerja dan megurus keluarga sekaligus.

“Saya beruntung mendapatkan jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini. Dengan menjadi peserta JKN-KIS, saya tidak lagi khawatir akan masalah biaya kesehatan yang semakin mahal apabila saya atau salah seorang anggota keluarga mengalami sakit, apalagi di masa pandemi seperti ini,” jelas Rosdiana.

Rosdiana merasa tenang bekerja pada perusahaan yang sudah mendaftarkan semua karyawannya pada program JKN-KIS. Sehingga sejak awal bekerja Rosdiana dan karyawan bisa bekerja dengan nyaman karena sudah memiliki jaminan kesehatan.

“Masih segar dalam ingatan saya saat 2 tahun lalu belum memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS, saya harus menjalani operasi usus buntu. Biaya yang di keluarkan pun tidak sedikit. Suami harus meminjam uang dari kerabat untuk menutupi biaya operasi. Apabila mengingat hal itu saya sangat bersyukur ada program ini dan menjadi salah satu pesertanya,” syukur Rosdiana.

Rosdiana berharap program ini dapat terus selalu ada untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masayarakat Indonesia. (as/pw)