Jember, Jamkesnews – Siti Himatul Adimah (46) tidak menyangka akan divonis menderita kanker payudara, yang berawal adanya benjolan kecil di area dada dan sering gatal sekitar 2 tahun lalu. Awalnya ia berobat hanya untuk memastikan benjolan tersebut dan setelah diperiksa dirinya direkomendasi dokter untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dengan berbekal surat rujukan yang diberikan Puskesmas.

“Saya tidak pernah menyangka akan menderita kanker payudara ini, karena awalnya hanya benjolan kecil dan sering gatal, tetapi setelah saya periksakan dan dirujuk oleh doker hasilnya saya divonis kanker payudara,” ujar warga Kabupaten Jember ini.

Pertama kali berobat Siti hanya berbekal kartu JKN-KIS digital di Mobile JKN, karena setiap keluar dirinya hanya membawa handphone yang setia mendampingi dirinya dan tidak disangka-sangka berkat kartu digital itulah semuanya dapat berjalan lancar tanpa kendala.

“Saat pertama kali periksa saya tidak membawa kartu JKN-KIS karena berpikir hanya periksa biasa dan ternyata sesampainya di Puskesmas saya diminta menunjukkan Kartu JKN-KIS. Alhamdulillah saya sudah mengunduh Mobile JKN, jadi aman deh,” ungkap Siti.

Tidak membutuhkan waktu lama, satu hari setelah dirinya dinyatakan mengidap kanker oleh dokter keesokan harinya dilakukan operasi pengangkatan kanker yang bersarang di tubuh Siti. Usai dioperasi Siti menjalani rawat inap kurang lebih hampir 1 minggu sampai kondisi tubuhnya membaik. Tak sampai disitu, Siti tetap harus berjuang dengan menjalani kemoterapi 2 minggu sekali. Sampai dengan saat ini sudah hampir 10 kali kemoterapi yang sudah dijalani.Semua proses pengobatan Siti mulai dari operasi sampai dengan kontrol rutin semua ditanggung BPJS Kesehatan berkat adanya Kartu JKN-KIS.

“Sudah digariskan sama Allah, saya harus mengidap penyakit ini dan yang terpenting adalah Kartu JKN-KIS ini karena tanpa adanya JKN-KIS saya tidak tahu harus membiayai pengobatan saya darimana. Berkat adanya Kartu JKN-KIS semuanya gratis ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan semua orang wajib mengikuti program ini, karena kita tidak tahu kapan sakit itu akan datang. Kalau orang mampu mungkin tidak bingung, kalau saya pasti sudah tidak sanggup membiayai pengobatan ini kalau tidak pakai BPJS Kesehatan," jelas Siti.

Siti menyampaikan ungkapan terima kasihnya, karena meski pengobatannya gratis berkat BPJS Kesehatan, namun ia menyadari ada uluran tangan iuran peserta lain yang turut membantu biaya pengobatannya. Ia berharap makin banyak masyarakat yang menyadari petingnya memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS. Baginya selain untuk melindungi diri sendiri, iuran yang dibayarkan juga bermanfaat untuk membantu biaya pengobatan peserta yang membutuhkan.

“Saya sangat berterimas kasih kepada BPJS Kesehatan, karena banyak masyarakat yang mengandalkan BPJS Kesehatan untuk berobat. Harapan saya program ini tetap berlanjut dan masyarakat tertib untuk membayar iuran karena program ini memang dilandasi gotong royong untuk saling membantu satu sama lain," tutup Siti. (ar/ss)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI