Bojonegoro, JAMKESNEWS - Saat ini layanan BPJS Kesehatan menjadi pilihan program yang banyak membantu seluruh masyarakat agar bisa mengakses fasilitas kesehatan yang lebih terjangkau. Contohnya adalah pelayanan untuk ibu melahirkan, seperti yang diungkapkan Rina Suasanti (47). Sebagai Bidan di Puskesmas Sekar Kabupaten Bojonegoro, Rina, sapaan akrabnya, mengaku banyak melayani pasien ibu melahirkan saat pandemi covid-19 ini.

“Selama masa Pandemi covid-19 ini saya banyak menjumpai pasien yang takut berobat ke Rumah Sakit dan Puskesmas lah yang menjadi tempat tujuan pertama masyarakat untuk berobat saat ini. Terlebih lagi, untuk kasus ibu melahirkan meningkat sangat pesat pada tahun 2020 kemarin,” cerita Rina.

Rina juga membagikan pengalaman menolong saudaranya yang melahirkan di Puskesmas dimana dia bertugas. Bersyukur, seluruh pasien ibu melahirkan yang datang kepadanya selalu berbekal kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kebanyakan sekarang beranggapan melahirkan melulu harus di Rumah Sakit, padahal melahirkan di klinik dengan bantuan bidan juga sama pelayanannya. Saudara saya sendiri kemarin melahirkan, saya tolong tidak bayar karena sudah punya kartu KIS. Terlebih lagi bagi pasien ibu melahirkan yang kurang mampu dalam hal finansial kartu KIS akan sangat membantu meringankan beban mereka,” ungkap Rina.

Untuk pasien ibu melahirkan dengan resiko tinggi memang memerlukan bantuan penanganan medis yang lebih dengan merujuknya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) atau rumah sakit. Namun, untuk pasien ibu hamil tanpa resiko cukup ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti di Puskesmas atau klinik dengan bantuan bidan jejaring.

Rina juga menyampaikan bagi para ibu, calon ibu, ataupun keluarga yang saat ini sedang menunggu kelahiran buah hati dan berencana untuk melahirkan di FKTP, agar tidak khawatir karena semua biaya termasuk administrasi, akomodasi, dan tindakan ditanggung oleh Program JKN-KIS sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. (ar/wr)

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI