“Berkat JKN-KIS, saya bisa berobat secara rutin setiap bulan sehingga DM dan HT yang saya derita menjadi terkontrol dengan baik”

Semarapura, Jamkesnews – Sempat mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik akibat mengidap penyakit Diabetes Mellitus (DM) dan Hypertensi (HT) yang tidak terkontrol, membuat Ni Nengah Kinten (67) harus menjalani pengobatan rutin tiap bulan sehingga gula darah dan tensinya menjadi terkontrol dengan baik. Saat ini ia tercatat sebagai pasien rujuk balik di Puskesmas Klungkung II dan rutin mengambil obat setiap bulannya.

“Saya wajib mengonsumsi obat setiap hari, kalau tidak begitu, maka sakit saya akan kambuh, jika sakit saya kambuh, badan akan lemas, sakit kepala dan gelisah,” ungkap Kinten saat diantar anaknya mengambil obat ke puskesmas.

Ibu 8 anak ini tidak ingin kejadian sakit pertama kali yang ia alami terulang lagi, saat itu ia sempat menderita demam berdarah dan harus dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Saat itulah ia  mengetahui bahwa dirinya menderita DM dan HT yang tidak terkontrol dan dikatakan oleh dokter berbahaya jika tidak diobati.

“Ternyata sakit kepala dan lemas yang saya derita adalah akibat DM dan HT itu, jika saya tidak dapat obat maka saya tidak akan bisa beraktivitas seperti biasa,” lanjut Kinten.

Saat ditanya berapa biaya pengobatan yang harus dikeluarkan, Kinten menyatakan sama sekali ia tidak dikenakan biaya, karena ia memiliki Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ia peroleh dari Pemerintah Pusat melalui kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Sama sekali tidak ada biaya yang pernah saya keluarkan, termasuk saat rawat inap di rumah sakit, semua berkat KIS yang saya dapat dari dinas sosial,” jelas Kinten.

Kinten yang tinggal di Kota Klungkung ini begitu bersyukur dengan adanya JKN-KIS, sebab ia dan suaminya saat ini hanya mengandalkan hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Syukur anak-anaknya sudah sebagian besar mandiri dan bekerja sehingga ikut membantu kebutuhannya. Namun untuk urusan biaya pengobatan, ia tetap bergantung pada KIS yang ia punya.

“Asalkan sudah ada JKN-KIS, maka saya akan tenang. Tinggal datang ke Puskesmas menunjukan kartu JKN-KIS, saya akan mendapatkan obat yang saya butuhkan setiap harinya, semoga kita semua sehat selalu,” tutup Kinten. (dh/gw)