Hulu Sungai Selatan, Jamkesnews – Manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan oleh Hendro Martono dan keluarga. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas manfaat dari program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini.

Berkisah tentang pengalaman sebagai peserta JKN-KIS, kepala  Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini mengingat kembali memori tahun 2014. “Kurang lebih pada tahun 2014, kami mendapati kenyataan bahwa salah satu anggota keluarga kami mengidap kanker yang cukup ganas, kanker payudara tepatnya,” tutur Hendro.

“Mulai saat itu kami rutin menjalani prosedur pemeriksaan dan pengobatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan,” sambungnya.

Pria 48 tahun ini melanjutkan, kisah memperoleh kesembuhan dilalui dengan penuh perjuangan karena rujukan pengobatan anggota keluarganya tidak hanya di wilayah Hulu Sungai Selatan saja, melainkan hingga ke Tingkat Provinsi, bahkan ke RS di Pulau Jawa.

“Kami sempat dirujuk ke RS Ulin di Banjarmasin, sempat ditangani disana, opname, dan setelah hasil observasi tim dokter, diputuskan bahwa harus dilakukan tindakan bedah untuk mengangkat sel kanker,” ungkap Hendro.

Tidak berhenti disitu, Hendro mengungkapkan, setelah prosedur operasi berhasil dilalui, prosedur selanjutnya yang harus dilalui adalah kemoterapi. “Kurang lebih 4 kali menjalani kemoterapi setelah prosedur operasi. Keseluruhan proses pengobatan dan pelayanan kesehatan itu semuanya ditanggung JKN-KIS, alhamdulillah,”  ujarnya.

“Ketika seluruh prosedur itu kami lalui, akhirnya anggota keluarga saya merasa sehat dan kembali beraktifitas normal seperti biasanya dan terus rutin melaksanakan kontrol ke Rumah Sakit,” lanjut Hendro.

“Namun, pada tahun 2019, muncul kembali keluhan pada anggota keluarga saya tersebut, akhirnya kami periksakan lagi,” ucap Hendro.

Setelah diperiksakan, Hendro menuturkan bahwa harus ada tindakan lebih lanjut kepada anggota keluarganya tersebut. “Setelah diperiksa lagi, dilakukan tindakan lagi, dan lanjut kemoterapi lagi. Kurang lebih 9 kali kemoterapi,” tuturnya.

Bahkan, tidak hanya cukup di wilayah Kalimantan Selatan saja, Hendro menyatakan anggota keluarganya harus dirujuk ke RS di Semarang. “Karena RS Ulin di Banjarmasin sudah tidak bisa menangani, maka dirujuk ke Jawa, Semarang tepatnya. Untuk memperoleh layanan radioterapi,” jelasnya.

“Kami berangkat ke Semarang dengan penuh keyakinan atas ikhtiar memperoleh kesembuhan. Kurang lebih 33 kali prosedur penyinaran kami jalani,” kisa Hendro.

“Namun, pada akhirnya anggota keluarga saya harus berpulang setelah melalui seluruh perjuangan itu,” tutur Hendro.

Kendati demikian, Hendro tetap menyatakan rasa syukurnya karena sebagai peserta JKN-KIS dirinya dan keluarganya merasa mendapatkan hak sebagaimana kewajiban yang telah ditunaikan, yaitu membayarkan iuran setiap bulan melalui penerimaan gajinya.  “Kami merasakan manfaat JKN-KIS karena menanggung seluruh biaya pengobatan ini, nilainya mungkin mencapai ratusan juta, dan dari biaya tersebut kami tidak mengeluarkan iur biaya sama-sekali, semuanya kami lalui dengan gratis dan terjamin penuh,” ungkapnya.

“Kami telah menunaikan kewajiban kami untuk berikhtiar,  selebihnya memanglah menjadi kehendak Allah SWT., namun demikian, kami telah merasakan secara langsung manfaat dari program JKN-KIS ini,” ucap Hendro mengakhiri. (KA/fs)