Solok, Jamkesnews - Semenjak pertengahan tahun lalu, Rahayu Permata (19) merasakan sakit pada tenggorokannya. Sehingga, saat melakukan aktivitas hariannya seperti makan dan minum, ia merasa tidak nyaman dan mengalami kesulitan.

Menurut Ayu, sapaan akrab mahasiswi semester dua ini, sakit pada tenggorokannya diduga dari kebiasaannya yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda.

"Dimasa SMA dulu, saya sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda. Mungkin, sebab inilah tenggorakan saya sering sakit. Apalagi ketika menelan makanan, sakit tenggorakan terasa sangat menyiksa," ungkap Ayu.

Ayu mengatakan, awalnya ia mendapatkan saran dari keluarganya untuk mengobati sakit pada tenggorakannya dengan cara minum air hangat sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Namun, disaat sakitnya sudah mulai membaik, ia pun kembali mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda.

"Ternyata sakit pada tenggorokkan kembali kumat, dan bahkan sakitnya lebih parah dari sebelumnya. Sakit ini hingga membuat saya menangis, dan tenggorokkan berasa terbakar. Menelan apapun itu terasa menyiksa," ucap Ayu.

Berbekal dengan Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Ayu memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan di Fasilitas kesehatan (Faskes) tempat ia terdaftar.

Setelah melakukan pemeriksaan, Ayu di diagnosis mengalami radang tenggorokan atau infeksi streptococcus dan juga terdapat nanah di bagian belakang tenggorokannya.

Lanjutnya, dokter menyarankan untuk mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, dan dianjurkan rutin untuk minum air putih hangat yang ditambah dengan madu.

"Alhamdulillah, sakit pada tenggorokan ini mulai sembuh. Tetapi, untuk mengetahui kondisi tenggorokan pada bagian dalam yang ada luka dan nanah. Masih tetap melakukan konsultasi dengan dokter dalam selang waktu empat hari mengkonsumsi obat," kata Ayu.

Kemudian, Ayu mengungkapkan, bahwa selama proses pengobatan, ia tidak mengalami kesulitan apapun. Ia yang sudah mendaftarkan dirinya melalui JKN Mobile pun, merasakan proses pengobatan yang dilakukannya semakin mudah dan cepat.

"Melalui JKN Mobile, saya tinggal mengambil nomor antrean online. Sehingga, disaat sampai di Faskes tersebut, saya tanpa harus menunggu lama, dan langsung mendapatkan pelayanan dari dokter," ujarnya.

Tak hanya itu, selain untuk pengobatan radang tenggorokannya, Ayu juga memanfaatkan JKN-KIS untuk pengobatan sakit pada bagian tulang kakinya.

"Alhamdulillah, selama pengobatan pun juga di fasilitasi penuh oleh JKN-KIS hingga sembuh, dan prosesnya dipermudah pula," katanya.

Tambahnya, Ayu mengharapkan, semoga pelayanan JKN-KIS selalu bisa membantu ia dan masyarakat lainnya dalam pengobatan. Dan juga dipermudah dalam hal pelayanan kesehatan lainnya.

"Dengan kemudahan tersebut, membuat masyarakat tidak perlu ragu lagi saat berobat ke Faskes, serta tidak perlu memikirkan biaya pengobatan karena sudah di fasilitasi oleh JKN KIS," tutupnya.

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI