Manokwari, Jamkesnews – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan manfaatnya oleh penduduk Indonesia. Moh. Kasim (48), salah seorang dari Anggota Polri, pun telah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS lantaran tuntas menemani hingga sembuh pascaoperasi. Ditemui saat dirinya sedang menghadiri suatu kegiatan, Kasim menceritakan kisahnya saat terdiagnosa penyakit pembengkakan hati.

Penyakit pembengkakan hati (hepatomegali) merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang masih berusia muda. Sebagian orang yang mengalami pembengkakan hati tidak merasakan gejala apapun. Namun saat muncul, gejala pembengkakan hati biasanya terjadi sesuai dengan penyakit yang menyebabkannya.

“Beberapa tahun yang lalu, saya pernah memanfaatkan kepesertaan dari Program JKN-KIS saat harus menjalani operasi pembengkakan hati di Rumah Sakit dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar,” cerita Kasim, Senin (12/04).

Kasim mengungkapkan bahwa selama masa perawatan baik sebelum atau sesudah operasi, dirinya tidak menemui kendala selain ruang hak kelas rawat. Selama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) ia mendapat pelayanan yang baik, tidak ada perbedaan dengan pasien lainnya.

“Saya dulu berobatnya dari Klinik Polres Manokwari mendapat rujukan ke Rumkital dr. Azhar Zahir setelah itu ke Rumah Sakit  dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Semua pelayanan yang saya dapatkan sama baiknya ketika di fasilitas kesehatan Manokwari maupun Makassar. Kebetulan waktu itu kelas yang seharusnya saya tempati sedang penuh sehingga saya turun kelas dan sewaktu ada ruang kosong petugasnya langsung menginfokan saya untuk pindah ke ruangan hak kelas rawat yang seharusnya,” tuturnya.

Pasca pulang dari rumah sakit, Kasim masih harus menjalani periksa rawat jalan setiap dua kali dalam seminggu selama dua bulan. Setiap pemeriksaan dokter selalu menginfokan kondisi terkini.

Kasim mengakui menjadi peserta JKN-KIN sangatlah membantu khususnya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan juga mendukung keberlangsungan Program JKN-KIS.

“Saya sangat mendukung penuh keberlangsungan Program JKN-KIS dengan mengikuti aturan yang berlaku, seperti bersedia adanya pemotongan gaji bagi pekerja/pegawai untuk iuran JKN-KIS. Harapannya Program JKN-KIS terus berjalan untuk membantu memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” tuturnya. (TR/em)