Solok, Jamkesnews - Bermula mengalami sakit luka lambung sejak bulan Mei tahun 2019 membuat Devy Syamputra sering bolak balik dirawat di UGD RST Solok hingga menjalani perawatan selama 7 hari untuk proses pengobatannya.

"Pelayanan JKN KIS di Rumah Sakit  ini sangat memuaskan, karena ketika saya membutuhkan perawatan dan pengobatan untuk luka lambung yang saya derita  saya langsung disambut dengan baik oleh petugas kesehatannya, dan langsung ditangani di ruangan UGD berupa pemberian obat pereda rasa sakit.  Karena pada saat itu dibulan Mei 2019 memang butuh penanganan langsung oleh petugas, karena saya tidak sanggup lagi menahan rasa sakit akibat Luka Lambung yang saya alami ini sehingga membutuhkan pertolongan medis dari tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit ini," kata Devy Syamputra.

Selanjutnya ungkap Devy, setelah ia ditangani dan diberikan perawatan oleh Dokter bertanya menggunakan penjaminan apa. Devy memilih menggunakan JKN KIS, oleh petugas kesehatan langsung pendaftaran langsung diproses.

Dalam pengobatan Luka Lambung ini ia dilayani dengan baik, dan tanpa dibedakan pasien JKN KIS dan pasien umum.  Bahkan untuk masa perawatan itu Devy menjalani rawat inap selama 7 hari. Karena merasa sudah sembuh dengan perawatan selama 7 hari ia memilih rawat jalan di rumah, akan tetapi dokter menyarankan menambah waktu perawatan agar kondisi stabil kembali.

"Tetapi selang waktu 2 bulan setelah keluar dari rumah sakit, kondisi saya drop dan kembali dirujuk masuk ruang UGD menjalani perawatan luka lambung seperti sebelumnya. Di sini dokter memberikan saran untuk saya harus benar-benar melaksanakan proses pengobatan di rumah sakit ini hingga kondisi stabil, terlebih lukanya butuh penangan serius," ungkapnya.

Devy menambahkan ia hampir di rawat di UGD untuk yang ke 3 kalinya karena kondisi menurun. Tetapi dokter langsung memberikan obat dan menyarankan untuk menjaga pola makan, kurangi minum kopi, dan banyak istirahat.

"Perlahan lahan setelah melaksanakan arahan dokter, sekarang kondisi lambung saya sudah membaik, dan bahkan sudah bisa beraktivitas dengan normal," kata Devy.

Devy juga menceritakan penyakit luka Lambung ini sudah penyakit lama, karena ia kurang memperhatikan pola hidup yang sehat terutama makanan yang layak dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. 

Terkait pengobatan di rumah sakit, Devy juga menyampaikan dengan adanya program JKN KIS sekarang ia tidak khawatir lagi haru berobat ke rumah sakit. Berbeda dengan sebelumnya ketika ia belum ikut program ini, ada rasa takut terkait biaya yang harus dikeluarkan ketika berobat ke rumah sakit. Menurutnya, sekarang biaya berobat cukup mahal kalau ia harus bayar menjadi pasien umum. Semua proses juga dipermudah, mulai dari pendaftaran, menebus resep obat, rawat inap dan lainnya. "Karena saya mengikuti prosedurnya, dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama juga," katanya.

Dengan berobat mengunakan JKN KIS cukup memuaskan, Devy sangat bersyukur dan berharap semoga BPJS Kesehatan dan pihak rumah sakit kedepannya selalu meningkatkan pelayananannya terutama untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkannya.