Pekanbaru, Jamkesnews – Menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dirasakan betul manfaatnya bagi Heni dan sekeluarga. Saat keluarganya butuh pelayanan kesehatan, Heni dan suami tak lagi dipusingkan oleh biaya, karena hanya dengan menyatakan akan berobat menggunakan JKN-KIS, semua gratis.

Diceritakan oleh Heni, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Uka Perum Panam-Pekanbaru ini, bahwa keluarganya sudah pernah menikmati manfaat Program JKN-KIS ini saat anaknya, M. Nabil operasi pengangkatan daging tumbuh.

“Kejadiannya sekitar tahun 2018. Mulanya jari telunjuk Nabil ada kutil kecil. Karena tak tahu dan tak nyaman ada kutil di jarinya, oleh Nabil dicongkel sembarangan dengan pena. Lama-kelamaan, kutil itu luka dan infeksi, hingga membesar. Nabil juga kesakitan dan kesulitan menulis,” terang Heni.

Berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), Heni membawa Nabil berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai ia dan keluarganya terdaftar. Oleh dokter di FKTP, Nabil dirujuk ke rumah sakit Aulia Hospital karena kondisinya yang harus dilakukan tindakan operasi.  

“Mulai dari klinik (FKTP – red) hingga kami dirujuk ke rumah sakit, tak ada biaya yang kami keluarkan. Alhamdulillah. Ada antrean, tapi itu hanya saat menunggu poli, sih. Masih wajarlah. Pelayanan yang diterima selama perawatan pun baik dan sangat teliti. Saya dan keluarga sungguh merasa terbantu dan berterima kasih dengan adanya program Pemerintah ini. Saat sakit, tinggal digunakan. Karena datangnya sakit itu ngga tahu kapan,” ungkap Heni lagi.

Sebelum menjadi Peserta JKN-KIS, Heni dan keluarga masih membayar untuk setiap pengobatan seperti demam dan sakit lainnya. Kini tak lagi, apalagi sejak menjadi Peserta JKN-KIS. Beberapa kali Heni juga memanfaatkan program ini untuk pengobatan giginya.

“Ya, beberapa kali saya ada tambal gigi. Dan juga gratis, semoga ke depannya lebih banyak lagi masyarakat terbantu seperti kami sehingga betul-betul merasakan betapa perlunya jaminan kesehatan bagi keluarga kita. Dan semoga sistem BPJS Kesehatan semakin baik dan tetap ada di Indonesia,” tutup Heni. (rd)