Gresik, Jamkesnews – Kesehatan merupakan hal terpenting bagi kehidupan setiap umat manusia. Pasalnya, jika kita sakit maka semua aktifitas tidak akan terlaksana dengan baik. Hal tersebut yang tidak diinginkan oleh Herman Siswanto (34) terjadi pada dirinya dan keluarganya. Memiliki jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan keputusan yang tepat sebagai perlindungan kesehatan.

“Saya sudah sekitar 10 tahun menjadi peserta JKN-KIS. Saya bersyukur karena selalu punya pegangan saat saya atau keluarga saya sakit. Ya alhamdulillah sakitnya masih yang ringan-ringan, seperti demam, batuk atau ada keluhan sedikit saya langsung periksakan ke puskesmas dengan menggunakan JKN-KIS ini,” ujarnya.

Sebagai Kepala Keluarga, tentunya ia harus bertanggung jawab juga terhadap kesehatan istri dan anaknya. Sebagai Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), ia juga turut menanggung kepesertaan JKN-KIS istri dan anaknya.

“Kebetulan saya kan memang bayarnya lewat gaji yang dipotong setiap bulan, saya tidak keberatan sama sekali karena istri dan anak saya juga ikut merasakan manfaat sebagai peserta JKN-KIS. Setiap anak saya mengalami sakit, semua biayanya ya dari JKN-KIS ini,” tutur Herman.

Bukan hanya ketika anaknya sakit. Herman memanfaatkan JKN-KIS sejak kehamilan sampai dengan kelahiran sang buah hati. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya.

“Bersyukur sekali, semua biaya kelahiran anak saya ditanggung JKN-KIS ini. Seperti yang saya dengan selama ini jika menggunakan JKN-KIS dipersulit atau mendapatkan penanganan lambat itu semua tidak saya rasakan. Semua berjalan normal seperti pasien umum lainnya,” jelas Herman.

Pria yang berprofesi sebagai Petugas Keamanan di salah satu Bank di wilayah Gresik ini juga mengisahkan bahwa sang mertua juga kerap mengandalkan JKN-KIS untuk cek kesehatan.

“Mertua saya sudah jalan setahun bahkan lebih merasakan manfaat JKN-KIS ini. Mertua saya punya tekanan darah dan kadar gula tinggi, sehingga harus rutin kontrol ke Puskesmas setiap bulan. Alhamdulillah tidak ada biaya yang harus kita bayarkan dengan JKN-KIS ini,” katanya.

Herman lantas berharap agar pelayanan kesehatan yang diberikan program yang dikelola BPJS Kesehatan ini dapat terus ditingkatkan agar dapat terus dinikmati manfaatnya oleh seluruh kalangan masyarakat. (ar/qa)