Boven Digoel, Jamkesnews –  Sri Rahayu (50) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen peserta Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker kulit yang sedang dideritanya, Selasa (09/02). Menurut pengakuan suaminya, Sri sudah lama mengidap penyakit kanker kulit dan sudah mendapatkan pelayanan kesehatan beberapa kali di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Terakhir direkomendasikan untuk rawat inap karena kondisinya belum stabil. Selama pengobatan di FKTP sampai dirawat inap saat ini, tidak mengalami adanya kendala terkait dengan administrasi dan pelayanan kesehatan. Saya hanya menyetorkan kartu JKN-KIS, KTP dan Rujukan dari FKTP, semua lancar,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Sri mengidap tumor kulit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Oleh dokter, Sri pun disarankan untuk menjalani pengangkatan area kulit yang terkontaminasi sel tumor. Pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin pundilakukan, beberapa tindakan penunjang seperti pengambilan darah, pengambilan sampel kulit dilakukan. Dokter menyampaikan akan melakukan operasi pengangkatan sel kulit.

"Saya sudah berkordinasi dengan perawat dan pihak administrasi rumah sakit terkait dengan pengobatan dan tindakan operasi tersebut karena saya belum tahu bagaimana biayanya. Informasi dari keluarga yang saya hubungi sebelumnya menyampaikan bahwa itu sudah dijamin oleh Program JKN-KIS namun untuk lebih meyakinkan lagi saya tanyakan ke pihak rumah sakit dan ternyata memang benar biaya pengobatan termasuk operasinya sudah ditanggung semuanya oleh Program JKN-KIS,” jelasnya.

Penderita penyakit kanker seperti Sri tentunya sangat bersyukur ada jaminan kesehatan yang bisa diandalkan dengan sistem jaminan yang komprehensif. Semua rangkaian pengobatan yang didapat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, mulai dari biaya perawatan, biaya operasi, biaya kemoterapi dan radioterapi.

“Tentunya dengan memanjatkan doa kepada Tuhana, saya optimis bisa sembuh dari penyakit ini. Terlebih ada Program JKN-KIS yang setia menemani. Dengan biaya yang begitu besar, tanpa JKN-KIS mungkin nasib saya akan berbeda,” tuturnya. (TR/ar)