Banjar, Jamkesnews – Nyeri lutut dapat muncul seketika saat seseorang cedera, atau muncul secara bertahap seiring bertambahnya usia dan dapat bertambah seiring berjalannya waktu.  Tingkat keparahan sakit pada lutut dapat dirasakan secara berbeda-berbeda tergantung dari penyebabnya. Program JKN-KIS memilki pelayanan kesehatan yang dapat membantu untuk pemulihan sakit pada lutut dengan menyediakan pelayanan Dokter Ortopedi untuk menangani kasus sakit lutut tersebut.

Yuyu (66) yang sudah memasuki usia lebih lanjut ini mengalami sakit lutut yang menjadikan lututnya kaku, dan lemas saat berjalan. Gejala awal yang dirasakan oleh Yuyu ini adalah lutut terasa lemah, tidak stabil, sertu sulit untuk diluruskan. Oleh karena itu, Yuyu sempat dibantu dengan tongkat sangat berjalan.

“Saya kan sudah sepuh, memang sakit di sekitar sendi-sendi seperti ini pasti dirasakan. Awalnya saya merasa lutut saya sangat lemah, kaku, tidak stabil. Beberapa bulan sebelum berobat juga saya dibantu dengan tongkat untuk dapat berjalan, karena kan lutut saya yang tidak stabil itu. Namun saat tahu Program JKN-KIS dapat membantu pengobatan sakit lutut ini, saya tanpa berpikir panjang langsung berobat menggunakan Program JKN-KIS ke Rumah Sakit yang dapat melakukan pengobatan lutut saya,” ucap Yuyu, Senin (25/01).

Sesuai anjuran dokter, Yuyu melakukan fisioterafi untuk menghangatkan lututnya agar tidak kaku, dan tidak lemas ketika berjalan. Fisioterapi ini ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan. Maka dari itu, Yuyu menyatakan tidak ragu saat dokter memberikannya saran untuk melakukan fisioterapi tersebut.

“Saya sebelumnya konsul ke dokter, di USG juga. Dan akhirnya dokter mengatakan bahwa saya dapat menerima pengobatan berupa fisioterapi. Selama pengobatan lutut saya ini, saya tidak pernah mengkhawatiran mengenai biaya pengobtannya, karena seluruh tahapan pengobatan saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” imbuhnya.

Setelah beberapa bulan menjalankan fisioterapi akhirnya Yuyu telah sembuh dari sakit lutut tersebut dan dapat berjalan tanpa bantuan tongkat lagi. Lututnya tidak merasakan kaku dan lemas lagi. Di akhir kata Yuyu menyampaikan bahwa sehat itu sulit, tetapi dengan menjadi Peserta JKN-KIS kita tidak akan merasakan kesulitan ataupun mahal saat kita akan berobat. (BS/pt)