Jombang – Jamkesnews - Kesehatan sangat mahal harganya dan bisa menyerang siapa dan kapan saja. Untuk itulah, masyarakat perlu mempunyai Jaminan kesehatan sedini mungkin. Pelayanan gagal ginjal merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya. Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan status kepesertaan aktif, sesuai indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Sabar (50) merupakan peserta dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU), merasa bersyukur sekali telah memanfaatkan kartu JKN-KIS. Awalnya ia mengeluh buang air kecil tidak lancar, hingga ia harus berobat ke faskes pertama. Dari indikasi medis yang didapat ia kemudian  dirujuk ke RSUD Kabupaten Jombang dan menjalani rawat inap. Dari hasil pemeriksaan, Sabar ternyata diwajibkan untuk cuci darah. Betapa kagetnya Sabar kala mengetahui kondisinya tersebut. Tidak terbayangkan olehnya biaya cuci darah yang mahal, apalagi pekerjaannya sebagai sopir kala itu.

“Kalau saya bayar umum biayanya sekitar 800 ribu sampai 1 jutaan. Jadi kalo sebulan berarti 8 kali, tentunya biayanya cukup besar. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN-KIS dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri. Mungkin saya lebih memilih untuk berhenti menjalani hemodialisa karena sudah tidak bisa membayar biaya lagi. Alhamdulilah semua  biaya dijamin BPJS Kesehatan,” ujar Sabar.

Dirinya dan keluarga merasa sangat terbantu dalam pembiayaan pengobatan tersebut oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, pelayanan kepada setiap peserta JKN-KIS yang diberikan tidak pernah dibedakan dengan pasien lainnya.

“Cuci darah rutin ini saya jalani sudah 2 tahun ini, 2 kali dalam seminggu di RSUD Kabupaten Jombang. Selama perawatan saya tidak pernah dikenakan biaya sedikitpun maupun iur biaya untuk obat maupun layanan lainnya. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan. Saya merasa nyaman dengan jadwal yang telah diberikan dan tidak menunggu lama,” ungkapnya.

Sabar  juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Selama menjalani hemodialisa, Sabar tidak pernah mendapatkan perbedaan pelayanan sama sekali dengan pasien umum terkait pelayanan kesehatan. Semua pasien diperlakukan sama.

"Saya dan keluarga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu, kepada peserta JKN-KIS untuk selalu rutin membayar iuran sehingga dapat berjalan baik dan menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia dan berharap untuk masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan sebelum sakit, hal ini tidak semata mata untuk dirinya saja, namun apabila dikarunia sehat maka iuran tersebut dapat digunakan untuk membiayai peserta lain yang sakit,” tuturnya  (ar/gy)