Ternate, Jamkesnews - Tidak banyak orang yang diberi kesempatan dan berkah panjang umur, bisa hidup hingga usia senja. Salah satu orang yang beruntung tersebut adalah M. Natsir Harjun (80) peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) segmen Bukan Pekerja Penerima Pensiun Anggota Polri.

Natsir saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Marikurubu Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS. Setiap dia merasakan sakit, dia langsung berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar. Sekitar tahun 2019 lalu Natsir pernah menjalani operasi mata akibat penyakit katarak yang dideritanya di Rumah Sakit Chasan Boesoeri (RSCB) Ternate dengan mengandalkan kartu JKN-KIS yang dia miliki.

“Semua biaya operasi mata saya gratis, pelayanan juga baik dan tidak dibedakan dengan pasien lainnya,” kenang Natsir.

Pria yang telah pensiun sejak tahun 1990 ini menambahkan, setelah operasi dia diharuskan beristirahat selama beberapa minggu. Selama menjalani waktu istirahatnya tersebut Natsir  merasa jenuh karena tidak bisa beraktivitas normal seperti biasanya.

“Saya orangnya tidak bisa diam, setelah pensiun pun saya banyak menghabiskan waktu ke kebun,” ucap Natsir.

Selain berkebun, Natsir saat ini menjabat Ketua RW setempat dan merupakan salah satu tokoh masyarakat di wilayah Kelurahan Marikurubu.

Natsir berterima kasih kepada Pemerintah karena dengan adanya Program JKN-KIS ini biaya pelayanan kesehatannya yang menurutnya berbiaya tinggi dapat dijamin sepenuhnya tanpa mengeluarkan biaya tambahan sepeser pun.

“Berkat Program JKN-KIS, saat ini saya dapat rutin berakitvitas normal tanpa khawatirkan biaya ketika sakit,” ungkap Natsir.

Dengan manfaat yang pernah dirasakan, Natsir mengungkapkan Program JKN-KIS sangat bermanfaat bagi semua kalangan tanpa memandang usia. Dia percaya Program JKN-KIS ini akan memberikan manfaat lebih banyak lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Natsir juga mengajak masyarakat agar dapat meningkatkan kesadarannya untuk saling bergotong royong dengan patuh mendaftarkan diri dan keluarganya serta rutin membayarkan iuran.

“Memang saat ini kita masih sehat dan akan merasa tidak butuh, namun saat sakit nanti program ini pasti akan sangat membantu,” tutup Natsir. (ap/hp)