Bengkulu, Jamkesnews – Dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan kepada warga negara Indonesia, pemerintah telah menghadirkan Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Melalui program ini, setiap warga negara tidak perlu khawatir lagi untuk mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan meski berbiaya besar.

Tomianto (31) merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang telah merasakan manfaat baik Program JKN-KIS milik pemerintah. Ditemui di rumah sakit, Tomianto menjelaskan bahwa sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, ia telah menjadi peserta JKN-KIS segmen peserta mandiri. Namun sejak tahun 2020, jenis kepesertaanya telah berubah menjadi segmen pejabat negara dikarenakan dirinya lolos duduk di DPRD Kabupaten Selumam.

Tomianto menjelaskan bahwa kartu JKN-KIS ini membantu pembiayaan kesehatannya ketika dibutuhkan. Awalnya pada 1 Januari 2021 lalu, ia mengalami nyeri perut di sebelah kanan yang tidak tertahankan, bercampur mual dan muntah. Kemudian oleh keluarganya, ia pun segera dilarikan ke UGD rumah sakit dan mendapatkan pelayanan rawat jalan.

"Sama dokter di UGD, saya dianjurkan untuk kontrol kembali dengan dokter spesialis. Tepat pada 4 Januari 2021, nyeri yang tak tertahankan kembali muncul, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa kembali ke rumah sakit dan dokter menyarankan saya dirawat inap di rumah sakit,” ujar anggota DPRD Kabupaten Seluma Komisi II ini, Kamis (21/01).

Tomianto menambahkan biaya yang dikeluarkan lumayan besar kalau tidak menggunakan kartu JKN-KIS. Jika ia tidak menggunakan JKN-KIS, mungkin ia akan mengeluarkan biaya besar untuk berobat.

"Nyatanya biaya tersebut sudah secara keseluruhan dijamin. Selama bolak-balik masuk rumah sakit tidak ada kesulitan sama sekali ketika saya menggunakan kartu JKN-KIS, semua proses tidak ada kendala,” tambah Tomianto.

Menutup pertemuan Tomianto mengungkapkan perasaannya ketika menggunakan kartu JKN-KIS.

“Perasaan saya setelah menggunakan kartu JKN-KIS sangat nyaman. Mudah-mudahan pengalaman saya bisa menepis isu-isu negatif yang selama ini yang bilang katanya pelayanan JKN-KIS itu ribet dan lain sebagainya. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tutup Tomianto. (RW/dw)