Palu, Jamkesnews – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa angin segar bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang sering mengakses layanan kesehatan. Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh Nurhayati (49). Nurhayati merupakan peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang di diagnosa miom.

Sejak 2014 Yati begitu panggilan akrabnya, didiagnosa miom oleh dokter. Awalnya dia cuek saja karena yang dia ketahui banyak perempuan yang punya miom di rahim, namun baik-baik saja. Namun hal tersebut tidak terjadi padanya, beberapa bulan kemudian Yati mengalami pendarahan. Yati mengira pendarahan yang dialaminya karena mendekati menopause. Yati merasakan nyeri di perut dan darah semakin banyak yang keluar, yang membuatnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Anutapura.

“Syukurnya saya punya kartu JKN-KIS sehingga saya tidak khawatir bila dirawat di rumah sakit. Saya bisa fokus pada penyembuhan penyakit saya,” ujar Yati.

Yati ingat betul bagaimana dia menjalani semua proses pemeriksaan, hingga dokter melakukan  kuret untuk mengeluarkan jaringan di dalam rahim yang membahayakan kesehatannya. Untungnya tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan karena menurut dokter miomnya bisa mengecil jika memasuki masa menopause. Ukuran miom Yati saat itu sebesar 2,7 cm. Selama tahun 2015 Yati dirawat di rumah sakit hingga 4 kali dan dilakukan 2 kali tindakan kuret.

Ekspektasi Yati sebelumnya sangat jauh berbeda dari apa yang ia alami. Informasi yang banyak dia dengar, bahwa ada perbedaan penanganan bagi pasien JKN-KIS yang bayar iuran mandiri dengan pasien JKN-KIS yang dibayarkan oleh pemerintah ternyata tidak terbukti. Yati merasa perawat dan dokter telah menanganinya dengan sangat baik tanpa membeda-bedakan.

“Sekalipun kartu JKN-KIS saya dibayarkan oleh pemerintah, tapi saya ditangani dengan sangat baik di rumah sakit, tidak ada perbedaan dengan pasien lain,” jelas Yati..

Yati merasa bersyukur melalui program JKN-KIS dia bisa sehat seperti sedia kala tanpa biaya. Semoga Program JKN-KIS ini terus ada buat masyarakat Indonesia. (tm/nh)