Prabumulih, Jamkesnews – Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Untuk itu, melalui Program Relaksasi Tunggakan Iuran JKN-KIS, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Bukan Pekerja (BP), dan Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU).

Pratiwi Indah (37) merupakan salah satu peserta JKN-KIS di Kota Prabumulih yang merasakan Program Relaksasi Tunggakan Iuran tersebut. Indah menceritakan pengalamannya saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih, usai mengajukan pendaftaran program relaksasi tunggakan iuran JKN-KIS, Selasa (17/11).

“Saya sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2016, namun saya menunggak pembayaran JKN-KIS. Awalnya saya bingung bagaimana untuk melunasi tunggakannya karena jumlah tunggakannya yang tidak sedikit,” kata Indah.

Indah menambahkan dia sangat bersyukur dengan adanya Program Relaksasi Tunggakan Iuram yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Dengan kondisi perekonomian keluarganya yang kurang baik saat ini, ia dapat terbantu untuk melunasi tunggakannya.

“Sebelum adanya program ini, seluruh tunggakan harus dilunasi seluruhnya kemudian kepesertaannya bisa aktif kembali. Namun dengan adanya Program Relaksasi Tunggakan Iuran ini, kita dapat mencicil membayar tunggakan yang sudah lama sehingga tidak terlalu berat jika harus melunasinya sekaligus. Program ini sangat memudahkan masyarakat,” ujar Indah.

Indah mengaku bahwa program ini sangat bermanfaat dan memudahkan masyarakat yang berekonomi lemah, khususnya dalam masa pandemi Covid-19. Dengan tunggakan selama empat tahun, Indah hanya membayar tunggakan selama tujuh bulan saja agar status kepesertaannya aktif kembali. Meskipun sisa iuran bulan yang masih tertunggak tidak bisa dihapus, Indah bisa mencicilnya sampai dengan bulan Desember 2021.

“Program yang dilancarkan pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini sangat baik untuk masyarakat yang ekonominya lemah. Dengan adanya program ini merupakan kesempatan bagi peserta JKN-KIS untuk mulai mencicil tunggakannya, sehingga kartu JKN-KIS dapat aktif kembali. Oleh karena itu saya manfaatkan dengan baik kesempatan ini," kata Indah.

Hal tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya, bahwa dia seharusnya rutin membayar iuran setiap bulannya untuk menjaga kepesertaan tetap aktif.

“Kartu JKN-KIS ini penting sekali, saya tidak berharap saya dan keluarga saya sakit. Namun kita tidak tahu kapan sakit itu datang. Dengan memiliki kartu JKN-KIS yang aktif, saya merasa lebih aman khususnya dalam hal pembiayaan di fasilitas kesehatan,” katanya.

 (RW/df)

 

Trending News

MEDIA SOSIAL RESMI