30 Jul 2020
  |  
Dilihat : 76 kali

Berkat JKN-KIS, Nuniek Sembuhkan Penyakit Jantung Tanpa Biaya

Narasumber : Nuniek Fahriah (37)

Sukabumi, Jamkesnews – Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan berkah tersendiri bagi Nuniek Fahriah (37). Sedari kecil, Nuniek tumbuh dan berkembang dengan kondisi kelainan jantung bawaan. Dengan kondisi tersebut, tidak menghalangi keseharian Nuniek untuk aktif beraktivitas dengan selalu memperhatikan kondisi kesehatannya sehari-hari, dan kehadiran Program JKN-KIS sangat membantunya.

Memasuki tahun 2020 Nuniek yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di wilayah Kabupaten Sukabumi ini merasakan kondisi kesehatannya menurun dan mengharuskannya menjalani beberapa pemeriksaan dengan alur pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) sampai keluar wilayah Sukabumi.

“Waktu itu saya merasa sering kambuh, terus saya berobat di klinik di mana saya terdaftar, dokter merujuk untuk konsul lebih lanjut ke dokter spesialis di rumah sakit dan ternyata lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita di Jakarta,” kata Nuniek, Kamis (30/07).

Yang sangat berkesan bagi Nuniek mengenai pengalamannya memanfaatkan JKN-KIS saat mulai berobat dari klinik di Sukabumi dan sampai di rumah sakit di Jakarta tersebut adalah mengenai biaya. Karena tidak adanya biaya yang Nuniek atau keluarganya keluarkan untuk semua pelayanan yang diperoleh.

“Alhamdulillah saya lalui semuanya dengan lancar, tidak ada kendala dan tanpa biaya, semuanya gratis dan itu karena JKN-KIS,” ujar Nuniek.

Nuniek sangat mengetahui bahwa biaya pelayanan kesehatan terutama untuk diagnosa kondisi medis jantung sepertinya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mengingat hal ini, Nuniek sangat bersyukur dengan ada Program JKN-KIS ini masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin dapat terbantu dengan akses pelayanan kesehatan yang mudah diperoleh sesuai kebutuhan dan kondisi medis pesertanya.

“Tidak terbayang kalau saya tidak terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, berapa banyak biaya yang harus saya persiapkan. Apalagi yang namanya sakit kita tidak tahu kapan datangnya,” kata Nuniek.

Semua itu itu tidak lepas dari peran semua peserta JKN-KIS yang menjalankan kewajibannya untuk selalu membayar iuran secara rutin, tidak hanya dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) seperti dirinya tetapi tentunya semua segmen. Semangat gotong royong JKN-KIS yang memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, dengan menepiskan kekhawatiran akan biaya. (BS/ne).