Pasuruan, Jamkesnews - Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjadi penolong bagi Endang Sulistiyowati. Hingga kini, ia harus menjalani perawatan rutin lantaran mengidap kanker payudara sejak 2015 silam. Lewat penuturannya, ia mengisahkan gejala awal yang dirasakan sebelum akhirnya menjalani operasi besar.

“Muncul benjolan sebesar biji kacang hijau dan rasanya nyeri sekali. Saya periksakan ke dokter praktik di Malang waktu itu. Dari sana dapat anjuran untuk dilakukan biopsi. Jadi seperti operasi kecil untuk mengangkat sebagian jaringan dari tubuh saya. Terus ketahuan kalau saya memang ada kanker di payudara,” tutur wanita 61 tahun ini.

Sejak saat itu, Endang tak pernah berhenti melakukan perawatan. Selang beberapa hari dari biopsi, ia menjalani operasi besar di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Dirinya juga mengaku tak ada sepeser pun biaya yang ditagihkan lantaran operasinya sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Dari sini ia sadar, bahwa manfaat yang ia terima dari Program JKN-KIS begitu besar.

“Setelah operasi kecil, saya lanjut operasi besar. Alhamdulillah, semuanya lancar. Waktu tunggu buat operasinya juga gak lama. Sempet deg-degan awalnya karena saya termasuk yang takut jarum suntik. Sebelum operasi juga sempet was-was, takut ada biaya tambahan dan lain-lain. Dan ternyata gratis, saya gak bayar sedikit pun. Saya benar-benar merasakan manfaatnya,” terangnya.

Usai menjalani serangkaian operasi, Endang rutin melakukan kemoterapi selama 6 kali. Perawatan tersebut masih ia terima di rumah sakit yang sama. Kemoterapi memang dikenal sebagai pengobatan untuk membunuh sel kanker. Namun, jenis pengobatan ini masih bergantung pada jenis dan lokasi penyebaran sel kanker ke organ lain.

Lebih lanjut, Endang amat bersyukur dengan segala kebaikan yang sudah ia rasakan. Dirinya tak bisa membayangkan jika harus membayar ratusan juta hanya untuk membiayai pengobatan yang masih berjalan. Endang yang berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI-APBN) turut mengapreasiasi bantuan dari pemerintah.

“Kalau gak ada BPJS (Kesehatan) ini saya bingung harus bagaimana. Mau berobat jalan pasti butuh banyak uang karena kanker ini pengobatannya juga rutin. Alhamdulillah, pemerintah ikut membantu diikutkan BPJS (Kesehatan) secara gratis. Yang saya rasakan sekarang memang lebih tenang, karena mikirnya fokus sembuh. Semoga membantu terus yang seperti ini, gak bagi saya saja tapi orang lain yang betul membutuhkan karena bayar pengobatannya yang mahal,” harapnya. (ar/vn)