Wakatobi, Jamkesnews – Proses persalinan untuk pertama kalinya selalu menjadi sesuatu yang paling ditunggu sekaligus sangat menegangkan bagi para calon ibu, terlebih lagi ketika mengetahui bahwa bayi di dalam kandungannya ternyata kembar. Begitulah yang dirasakan Ningsih (20), warga Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

“Awal tahu kalau calon bayinya kembar itu dari hasil pemeriksaan oleh bidan Puskesmas Waetuno, kami sangat bersyukur tentunya saat itu. Cuma kami khawatirnya menjadi dua kali lipat juga. Puncak takutnya itu terjadi pada saat dirujuk dari Puskesmas Waetuno ke RSUD Palagimata di Baubau. Sempat khawatir juga karena masih harus menempuh perjalanan laut dari Wakatobi ke Baubau. Namun terlepas dari semua itu, kami sangat bersyukur karena operasinya berjalan lancar dan bayinya selamat,” ungkap Ningsih, Jumat (24/07).

Ningsih merasa lega karena operasi caesar berjalan cepat dan lancar. Namun cobaan yang dialami Ningsih tidak sampai disitu, salah satu bayinya mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan harus dirawat di ruang perawatan insentif untuk bayi (NICU). Akhirnya setelah dirawat selama tiga hari di ruang NICU, bayinya dipastikan telah sehat dan ia pun diperbolehkan pulang.

“Selama di RSUD Palagimata kami mendapatkan pelayanan yang sangat cepat dan sangat baik. Pada saat operasi dokter yang mengetahui kalau ini pengalaman pertama saya melahirkan, berusaha menghilangkan rasa takut saya dengan menyampaikan kalau ini hanya sebentar dan tidak terlalu sakit,” lanjut Ningsih.

Ningsih sekeluarga sangat bersyukur karena semua biaya pelayanan ditanggung oleh Program JKN-KIS. Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Ningsih sekeluarga tidak menyangka kalau manfaat yang diperoleh dari program ini sangat besar dan tidak ada perbedaan pelayanan antar segmen peserta.

“Semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, mulai dari operasi sampai dengan biaya bayi di ruang NICU. Saya tidak tahu persis jumlah biayanya berapa namun yang saya tahu pasti cukup besar dan tentu kami tidak mampu jika harus membayar sendiri,” kata Ningsih.