23 Jul 2020
  |  
Dilihat : 2748 kali

Cerita Subaidah, Pedagang Asongan yang Tertolong JKN-KIS

Narasumber : Subaidah, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Warga Desa Watestanjung Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik

Gresik, Jamkesnews - Subaidah Warga Desa Watestanjung Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik ini bercerita jika ia beserta keluarganya sangat tertolong dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Subaidah yang kesehariannya menjadi pedagang asongan ini mengatakan jika program JKN-KIS membuat suaminya bisa mendapat pelayanan kesehatan baik pengobataan rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit.

"Suami saya saat itu menderita lambung akut, tertolong karena program JKN-KIS ini, berobat jadi gratis. Jadi untuk sementara tidak bisa bekerja berat-berat, sehingga saya yang harus bantu kerja apa pun, yang penting gimana biar makan bisa cukup," katanya, Senin (20/7).

Sudah dua tahun, Subaidah menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya sakit dan harus melakukan rawat jalan secara berkala hingga sekarang.

Ibu dua anak ini membayangkan susahnya jika tak mengikuti program JKN-KIS. Selain suaminya, kedua anaknya juga memanfaatkan program JKN-KIS saat sakit.

"Anak-anak saya saat sakit dan harus dibawa ke puskesmas, cukup pakai kartu ini, saya tidak keluarin uang lagi," imbuhnya.

Subaidah mengaku, walaupun dirinya sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah, pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan ia dan keluarganya sangat baik dan tidak mendapat perlakuan yang dibedakan dengan peserta lain yang membayar iuran tiap bulannya.

"Suami saya kan bolak-balik ke rumah sakit, jadi saya sudah pengalaman betul menggunakan kartu JKN-KIS. Asal semua sesuai aturan dokter, misalnya harus membawa rujukan dan sebagainya, semua pelayanan yang memang menjadi hak kita diberikan," ujarnya menambahkan.

Subaidah mengaku adanya program JKN-KIS sangat membantu masyarakat yang mengalami kendala finansial. Selain bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis, program ini membuatnya tenang dan tidak takut lagi berobat.

Terakhir, ia juga berharap kepada pemerintah dan juga BPJS Kesehatan agar terus bisa meneruskan program ini sampai kapan pun sehingga bisa menolong dan menjamin kesehatan masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada jajaran pemerintah dan BPJS Kesehatan yang menghadirkan program ini. Saya sangat berharap program ini tidak dihentikan. Manfaatnya sungguh sangat besar dan membantu kami," harapnya, menambahkan.