22 Jul 2020
  |  
Dilihat : 5068 kali

Raja Loli Lega, Biaya Hemodialisa Ditanggung Program JKN-KIS

Narasumber : Raja Loli

Aceh Barat, Jamkesnews - Layanan hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal dimana ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal. Pada dasarnya, tubuh manusia memang mampu mencuci darah secara otomatis, tapi bila terjadi masalah pada ginjal, kondisinya akan lain lagi.

Untuk biaya melakukan cuci darah pun biayanya bervariasi, tergantung dari membran dialisis yang digunakan, serta rumah sakit yang menyelenggarakannya. Di rumah sakit swasta di Indonesia, biaya prosedur ini bisa dimulai dari Rp800.000 hingga lebih dari Rp.1.500.000 per kali cuci darah.

Raja Loli beserta keluarga merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen PBI APBD sejak tahun 2015 yang berdomisili di Gampong Rundeng Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat yang merupakan salah satu pasien hemodialisa yang rutin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cutnyak Dhien Meulaboh.

“JKN-KIS sangat membantu dalam bidang kesehatan keluarganya, apalagi semenjak saya didiagnosa gagal ginjal oleh dokter dan saya menjadi pasien Hemodialisa rutin di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh,” ujar Loli menceritakan pengalamannya kepada tim Jamkesnews, pada Rabu (22/07).

Loli berpendapat bahwa JKN KIS merupakan program kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan, baik masyarakat yang memiliki penghasilan menengah keatas maupun masyarakat yang memiliki penghasilan menengah kebawah.

“Jika disuruh berobat umum dan tidak ada program JKN KIS dari BPJS Kesehatan, mungkin saya sudah menjual semua harta saya, baik rumah ataupun yang lain,” katanya

Loli berharap program JKN KIS ini terus berjalan demi kesehatan seluruh masyarakat indonesia.

“Saya berharap pemerintah terus menjalankan Program JKN KIS ini untuk kesehatan seluruh masyarakat indonesia, terutama buat kami-kami yang menjalankan hemodialisa. Saya mewakili seluruh pasien HD mengucapkan beribu terima kasih untuk BPJS Kesehatan yang udah sangat membantu dan terus berbenah untuk menjadi lebih baik dalam menyelenggarakan Program JKN KIS ini,” tutupnya. (bb)