07 Jul 2020
  |  
Dilihat : 16404 kali

Kendati Telah Menjadi Peserta, Rian Senang Belum Gunakan JKN-KIS

Narasumber : Sukrian Al Azhuri

Selong, jamkesnews – Jaminan kesehatan merupakan hal utama yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal ini merupakan bentuk dari komitmen dari pemerintah untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu kehadiran Program JKN-KIS membawa angin segar bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, dulu untuk mengakses pelayanan kesehatan masyarakat harus pusing memikirkan biaya karena biaya pelayanan kesehatan tergolong cukup besar, tetapi saat ini semua sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hanya dengan menjadi peserta JKN-KIS. Manfaat dari Program JKN-KIS ini tentu telah dirasakan oleh banyak masyarakat Indonesia, dukungan terhadap program ini juga dilontarkan oleh peserta JKN-KIS. Seperti halnya Sukrian Al Azhuri (25).

Pria mudah asal Nusa Tenggara Barat ini telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang iuran tiap bulannya dibayarkan oleh perusahan di mana ia bekerja. Saat ditemui Jamkesnews, ia menceritakan bahwa dirinya hingga saat ini tidak pernah menggunakan kartu kepesertaannya itu untuk berobat.

“Alhamdulillah saya sudah memiliki jaminan kesehatan JKN-KIS. Bersyukur sekali karena sampai saat ini, saya tidak pernah menggunakannya untuk berobat," kata pria yang biasa dipanggil Rian.

Kendati telah menjadi peserta JKN-KIS, Rian bersyukur belum pernah menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena masih diberikan anugerah kesehatan, sehingga ia tidak perlu menggunakan kartu kepesertaan JKN-KIS untuk berobat. Ia menjadi peserta JKN-KIS sebagai proteksi jika sewaktu-waktu ia terserang penyakit karena sakit bisa terjadi kapan saja dan di mana saja apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia ini.

"Mudah-mudahan, saya ga akan menggunakan kartu JKN-KIS ini untuk berobat dan berharapanya selalu sehat. Namun, ini hanya sebagai alat untuk berjaga-jaga saja jika suatu saat sakit, karena kita juga tidak tahu kapan dan di mana datangnya sakit. Tapi kalau sudah ada ini, semua jadi aman dan tenang," tambah Rian.

Di akhir wawancarannya, Rian berharap pelayanan terhadap peserta JKN-KIS dapat terus ditingkatkan dengan dapat diberikan kemudahan informasi dan penanganan keluhan serta hal administratif lainnya untuk memberikan kenyamanan kepada peserta JKN-KIS.

“Semoga dengan peningkatan layanan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, dapat memberikan kenyamanan kepada Peserta JKN-KIS,” tutup Rian. (dh/ay)