30 Jun 2020
  |  
Dilihat : 3899 kali

Hamzah: Jika Tidak Ada JKN-KIS, Yang Susah Akan Makin Susah

Narasumber : Hamzah

Tarakan, Jamkesnews – Kala itu tim Jamkesnews sedang berkunjung ke Puskesmas Mamburungan. Puskesmas yang terletak di Keluruhan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan ini merupakan satu-satunya Puskesmas di daerah tersebut.

Hamzah (52) saat itu sedang duduk mengantre, menunggu namanya dipanggil untuk diperiksa oleh dokter. Bukan baru pertama kalinya ia datang berobat ke Puskemas ini, namun ini sudah kunjungannya yang kesekian kali sehingga dirinya terlihat cukup akrab dengan suasana di Puskesmas tersebut.

“Sebelumnya ada benjolan di punggung saya semacam tumor jinak. Sudah sempat di rujuk sampai ke rumah sakit, sekarang hanya perawatan saja berobat ke Puskesmas sini,” terang Hamzah.

Hamzah bercerita, sudah hampir 2 tahun benjolan itu dirasakannya. Semakin lama kian membesar, sehingga Hamzah akhirnya di rujuk oleh Puskesmas ke RSUD Tarakan untuk dilakukan operasi pengangkatan.

“Saat dokter bilang saya bisa dirujuk ke RSUD Tarakan, saya sempat menolak. Saya bilang, tidak usah dioperasi dok. Saya nggak punya uang,” katanya.

Kemudian dokter yang bertugas saat itu menjelaskan bahwa biaya seluruhnya akan ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), karena pria yang merupakan penduduk asli kelurahan mamburungan ini sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

“Setiap berobat ke Puskesmas memang semua gratis, karena saya punya kartu JKN-KIS ini. Tapi saya belum pernah pakai ke rumah sakit. Saya takut kalau-kalau ada yang harus dibayar, karena saya ini orang susah mbak,” ungkapnya.

Setelah akhirnya menjalani operasi di RSUD Tarakan dengan tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, Hamzah mengaku bersyukur karena dirinya telah dibantu pemerintah melalui program JKN-KIS.

“Saya ini orang susah, orang susah kaya saya ini akan makin susah kalau tidak ada JKN-KIS. Berobat gratis, tidak perlu takut karena tidak ada uang. Tidak hanya saya yang sudah pernah merasakannya, banyak keluarga dan tetangga yang juga mendapat kartu JKN-KIS di kelurahan ini. Banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah dan program JKN-KIS,” ujarnya. (KA/om)