30 Jun 2020
  |  
Dilihat : 16 kali

Tiga Tahun Rutin Berobat, Eti Berharap Program JKN-KIS Tetap Ada

Narasumber : Petronela Pure

Maumere, Jamkesnews – Petronela Pure (55) adalah salah satu pasien yang rutin melakukan kontrol karena penyakit stroke yang dideritanya, ia melakukan kontrol di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. T.C. Hillers Sikka sejak tiga tahun yang lalu hingga saat ini. Ia merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas I.

Kehadiran Program JKN-KIS di tengah masyarakat sungguh sangat dirasakan manfaatnya. Kepada tim Jamkesnews, Petronela Pure yang kesehariannya bekerja sebagai Guru TK Pantai Rini Maumere yang akrab disapa Eti ini membagikan pengalamannya menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS hingga saat ini.

“Saya dan keluarga sangat khawatir apabila tidak ada lagi Program JKN-KIS, karena selama ini saya sendiri sudah merasakan besar dari program ini dalam hal pengobatan saya sehingga tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun. Apalagi penyakit stroke yang saya derita ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan proses penyembuhannya pun perlahan-lahan,” ujar Eti pada tim Jamkesnews, pada Jumat (26/06).

Ia pun menceritan bahwa setiap sakitnya kambuh, ia harus dirawat inap di rumah sakit. Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di rumah sakit dirasanya sangat memuaskan dan dirinya beserta keluarga tidak perlu khawatir karena semua biaya pelayanan kesehatannya sudah sudah dijamin sepenuhnya oleh Program JKN-KIS ini.

"Setiap saya mendapatkan pelayanan di Puskesmas ataupun rumah sakit, saya merasa tidak ada perlakuan yang berbeda antara satu pasien dengan pasien yang lain. Semua dilayani sama baiknya. Berkat JKn-KIS, saya juga bersyukur karena sudah tidak dipusingkan dengan biaya pelayanan kesehatannya, karena seluruhnya sudah dibayarkan oleh Program JKN-KIS," tambah Eti.

Di akhir perbincangan dengan tim Jamkesnews, Eti berharap agar program JKN-KIS ini terus ada di Negara Indonesia,  karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat dan sangat membantu dalam hal pembiayaan pelayanan kesehatan. Tidak lupa Eti juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mencanamgkan program ini, BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program ini dengan sangat baik dan tentunya kepada fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik pula.

"Harapan saya untuk seterusnya Program JKN-KIS akan terus dana dan dipertahankan. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi seandainya tidak ada Program JKN-KIS,” tutup Eti. (SR/dh)