30 Jun 2020
  |  
Dilihat : 19 kali

Mahasiswa di Perantauan Merasa Beruntung Miliki JKN-KIS

Narasumber : Nella Alfita Lohmay

Kupang, jamkesnews - Sesuai dengan namanya, program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Program JKN-KIS, hak warga negara di penjuru negeri telah terstandar. Artinya baik di kota maupun di desa, alur pelayanannya tetap sama. Program JKN-KIS merupakan wujud hadirnya negara dalam menjaga kesehatan warganya.

Demikian yang diungkapkan oleh Nella Alfita Lohmay (21) ditemui di lokasi magangnya di Kota Kupang (29/06). Mahasiswi keperawatan di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah ini telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri. Selama ia menuntut ilmu di perantauan, ia tetap membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berjaga-jaga seandainya Ia sakit. Mahasiswi yang biasa disapa Nella ini mengungkapkan pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS apalagi untuk pelajar yang statusnya sedang merantau.

"Manfaat layanan JKN-KIS berlaku secara nasional. Kita dapat mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, " ujarnya.

Nella mengatakan di beberapa kampus di Pulau Jawa mewajibkan calon mahasiswanya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS ketika akan mendaftar. Ia menilai wajar karena kampus-kampus di luar negeri pun sering menerapkan kebijakan yang sama sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan para mahasiswanya.

"Selama saya merantau, saya bersyukur karena tidak pernah menggunakan kartu JKN-KIS saya untuk berobat. Namun, saya bersyukur, karena meski saya tetap rutin dan tidak pernah menggunakan, artinya uang yang saya bayarkan dapat digunakan untuk peserta JKN-KIS lainnya untuk berobat dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan. Itu tandanya, iuran saya sangat bermanfaat bagi orang lain," kata Nella.

Sebagai generasi milenial, Nella sudah mengunduh aplikasi Mobile JKN untuk mempermudah layanan kepesertaan. Fitur yang sering Ia gunakan adalah cek keaktifan dan jumlah tagihan iuran yang harus ia bayar. Ia sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan karena telah menghadirkan Mobile JKN yang sangat cocok untuk masyarakat di era teknologi ini. Sejak adanya Mobile JKN, ia hampir tidak pernah mendengar lagi antrian membludak di Kantor BPJS Kesehatan.

“Semoga masyarakat bisa memahami manfaat luar biasa dari program JKN-KIS sehingga tidak ada lagi yang beranggapan rugi telah membayar iuran JKN_KIS meskipun tidak pernah sakit, karena inti dari program mulia ini adalah gotong royong,” tutupnya pada tim Jamkesnews (dh/ib)