29 Jun 2020
  |  
Dilihat : 1079 kali

Samsul Arifin Rutin Sisihkan Penghasilan untuk Iuran Program JKN-KIS

Narasumber : Samsul Arifin (43) , Warga Jember

Jember, Jamkesnews - Semakin banyak masyarakat yang merasa tertolong berkat mengantongi status aktif kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satunya yakni, Samsul Arifin. Bapak dua anak asal Jember tersebut mengatakan bahwa manfaat program tersebut sangat dirasakan saat kedua anaknya jatuh sakit belum lama ini.

Pria kelahiran Jember, 25 November 1976 itu menceritakan bahwa awal 2020 lalu, anak bungsunya divonis terkena penyakit typoid oleh dokter di klinik yang jadi rujukannya.

Kondisi perekonomian keluarga yang tidak menentu membuat Samsul sedih. Jika dihitung, biaya perawatan yang dikeluarkan dengan pendapatan yang dia peroleh sebagai karyawan di salah satu tempat usaha fotocopy di Jalan Kalimantan, Kabupaten Jember kurang memadai.

"Saya sempat bingung awalnya. Uang untuk bayarnya darimana kira-kira. Pasti cari pinjaman kesana kemari bisa-bisa," kata Samsul saat diwawancarai di tempatnya bekerja, Senin (29/6).

Namun beruntung bagi Samsul. Dia merupakan peserta mandiri/Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang tidak pernah absen membayar iuran Program JKN-KIS setiap bulannya.

"Alhamdulillah, saat dirawat di klinik pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS). Semuanya gratis. Termasuk obat-obatannya juga. Saya tidak nambah biaya apapun. Tidak ada pelayanan yang menecewakan juga." ujar Samsul yang bergabung sebagai peserta JKN pada 2015.

Dia menerangkan, iuran JKN-KIS yang selalu dibayarkan setiap bulan berasal dari menyisihkan penghasilan yang dia dapat setiap bulannya.

"Saya nggak pernah absen. Nggak pernah nunggak. Walau pekerjaan begini tapi selalu saya sisihkan buat iuran JKN. Alhamdulillah selalu ada rezekinya," ucap pria yang telah beruban itu.

Saat disinggung mengapa tetap sanggup membayar iuran secara mandiri meski kondisi ekonomi masih sulit, Samsul menjawab ringkas.

Menurutnya, kesehatan adalah yang utama. Dengan tubuh yang sehat, lanjutnya, banyak hal yang dapat dilakukan termasuk mencari nafkah.

"Bayangkan kalau kita sakit, kira-kira bisa tidak kerja. tidak bisa. Maka dari itu, sehat dulu baru kerja. Jangan terbalik. Banyak orang yang kerja dikebut tapi badan rontok. Kasihan keluarga kalau kita sakit," imbuh peserta Program JKN-KIS yang tak pernah absen membayar iuran tersebut. (ar/al)