25 Jun 2020
  |  
Dilihat : 4020 kali

Tujuh Tahun Rutin Cuci Darah, Hartini Berharap Program JKN-KIS Tetap Berlanjut

Narasumber :

Biak Numfor, Jamkesnews - Hartini (57) adalah salah satu pasien yang rutin melakukan hemodialisa (HD) atau cuci darah di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak sejak tujuh tahun yang lalu dan juga merupakan segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas II. Hartini menyampaikan terkait penyesuaian kembali iuran, selama memang tujuannya untuk peningkatan pelayanan, maka tidak apa-apa.

“Saya melihat berita kalau pemerintah juga berencana hanya akan menanggung biaya pelayanan kesehatan dasar saja, terus nasib kami-kami ini nanti gimana. Saya sangat khawatir apabila tidak ada lagi Program JKN-KIS, karena selama ini saya sendiri sudah merasakan manfaatnya dalam pengobatan saya sehingga tidak pernah mengeluarkan biaya sepeser pun. Apalagi cuci darah ini kan biayanya mahal. Makanya, saat saya mendengar dan melihat berita di televisi tentang polemik penyesuaian iuran BPJS Kesehatan saya sedih sekali. Harapan saya untuk seterusnya agar dipertahankan program ini. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi seandainya tidak ada Program JKN-KIS,” ucap Hartini, Kamis (25/06).

Mengenai isu penyesuaian iuran pun, Hartini menyampaikan bahwa  biaya pengobatan penyakitnya masih jauh lebih besar dibandingkan dengan iuran per bulan yang harus dibayarkan. Dirinya mengakui Program JKN-KIS sangat membantu dan bermanfaat terutama bagi yang sedang menjalani pengobatan seperti dirinya. Semenjak menggunakan kartu JKN-KIS miliknya untuk berobat dan paham betul dengan peraturan yang harus dilaluinya. Wanita asal Kabupaten Biak Numfor ini mengakui kini pelayanan juga semakin dipermudah, contohnya seperti tidak perlu repot untuk memperpanjang rujukan berobatnya.

“Terlebih sekarang lebih dipermudah karena untuk rujukan bisa diperpanjang langsung di rumah sakit seperti untuk cuci darah ini. Saya merasa sangat terbantu sekali dengan adanya Program JKN-KIS ini,”ujar Hartini merasa puas dengan Program JKN-KIS.

Menanggapi pendapat masyarakat yang telah terbantu dengan adanya program ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor Budi Sukwara menjelaskan cara paling mudah yang dapat dimulai dari diri sendiri adalah dengan membayar iuran tepat waktu setiap bulannya.

“Dengan tertib membayar iuran, kita sudah ikut bergotong royong membantu peserta lain yang membutuhkan jaminan kesehatan. Kita juga bisa membantu pemerintah menghentikan defisit program ini,” kata Budi (AS).