22 Jun 2020
  |  
Dilihat : 2934 kali

Agustinus: Terima Kasih Telah Menolong Saya

Narasumber : Agustinus Sujatmoko (46) Peserta PPU

Serang, Jamkesnews – Sejak divonis mengidap penyakit gagal ginjal stadium empat pada tahun 2009 silam, kehidupan Agustinus Sujatmoko (46), warga Perumahan Cikande Permai Blok A5 nomor 5, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, seketika berubah. Dirinya kini sudah tak lagi menikmati kehidupan selayaknya orang lain lakukan. Pasalnya, Agustinus diharuskan menjalani cuci darah untuk membantu fungsi ginjalnya yang mulai menurun, agar dirinya tidak mengalami keracunan, karena ginjalnya tak lagi memiliki kemampuan menyaring racun, zat sisa, dan elektrolit yang seharusnya dibuang.

Saat ditemui di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang, bapak dua anak yang akan hendak lakukan cuci darah tersebut bercerita, jika dirinya tak bisa membayangkan jika BPJS Kesehatan itu tidak ada. Sebab, dirinya sangat tertolong dan sangat merasakan manfaat akan hadirnya program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

“Saking bersyukurnya, saya tidak bisa berkata-kata untuk BPJS Kesehatan. Namun, hanya satu yang ingin saya sampaikan untuk BPJS Kesehatan yaitu, Terima Kasih Telah Menolong Saya,” ujar Agustinus.

Agustinus mengutarkan, jika sejak dirinya didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS tahun 2015 lalu oleh perusahaan tempatnya bekerja, dirinya sudah tak lagi di pusingkan akan biaya untuk lakukan cuci darah. Hal tersebut ia ungkapkan lantaran biaya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, dari program gotong royong yang diterapkan. Artinya, iuran peserta yang sehat akan menolong peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Prinsip gotong royong dari program JKN-KIS ini telah menolong banyak orang.

“Bisa dibayangkan, berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali lakukan cuci darah, sedangkan saya harus 2 kali dalam seminggu. Adapun sebelum saya menjadi peserta JKN-KIS, saya sampai jual mobil untuk membiayai cuci darah. Meski dibantu oleh perusahaan, namun tidak penuh. Maka itu, saya beserta keluarga sangat berterimakasih sekali kepada BPJS Kesehatan dan peserta JKN-KIS yang telah melakukan kewajibannya setiap bulan membayar iuran BPJS Kesehatan dari penghasilannya. Mungkin tanpa ada itu semua, nyawa saya tidak dapat tertolong,” ungkap Agustinus.(FR/mj)