29 Mei 2020
  |  
Dilihat : 6804 kali

Lancar Menjalani Cuci Darah, Harisomawati Syukuri Keberadaan JKN-KIS

Narasumber : Ni Made Sri Harisomawati

“Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika Program JKN-KIS ini tidak ada, lantas dari mana saya harus meminta biaya pengobatan agar saya dapat melanjutkan cuci darah yang tidak boleh putus”

 

Gianyar, Jamkesnews – rasa syukur yang teramat besar tiada henti terucap dari bibir Ni Made Sri Harisomawati (41) dan keluarganya. Syukur tersebut ia ucapkan khusus atas kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu-Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berkat JKN-KIS, Harisomawati dapat menjalani cuci darah rutin hingga saat ini akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya.

“Setahun lebih saya sudah menjalani cuci darah, dari awal saya dan keluarga sangat mengandalkan jaminan dari JKN-KIS yang saya punya, jika tidak punya JKN-KIS kami sekelurga tidak tau harus mencari kemana atau memnita kepada siapa biaya pengobatan agar saya tetap dapat melanjutkan cuci darah yang tidak boleh terputus ini,” ungkap Harisomawati sehabis menjalani cuci darah di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Gianyar.

Meski kepesertaannya sempat terhenti karena ia sudah tidak bekerja lagi, namun dengan cepat ia mengalihkan kepesertaannya ke segmen pekerja mandiri. Cuci darah yang harus ia jalani 2 kali seminggu membuatnya selalu menjaga agar kepesertaan JKN-KIS tetap dalam keadaan aktif. Syarat pengalihan yang mudah dan cepat membuatnya tenang dan dapat kembali melanjutkan pengobatannya.

“Tepat 1 Mei 2020 adalah jadwal cuci darah saya, sementara itu pada bulan April 2020 saya sudah berhenti bekerja, berkat proses yang cepat dari BPJS Kesehatan per 1 Mei 2020 kartu saya tetap aktif tetapi beralih sebagai pekerja mandiri kelas 2,” lanjut Harisomawati.

Besarnya biaya cuci darah yang ia jalani saat ini cukup ia bayarkan melalui iuran rutin sebesar Rp.102.000,- perbulan bersama suaminya, sementara pembiayaan di rumah sakit sudah diserahkan sepenuhnya kepada BPJS Kesehatan, tentu saja iuran tersebut akan terasa sangat murah dibandingkan besarnya manfaat yang ia dapatkan.

Saat menerima informasi bahwa iuran akan kembali disesuaikan pada bulan Juli 2020, Harisomawati menganggap hal tersebut tidak masalah baginya, karena penyesuaian sebesar Rp.100.000,- untuk kelas 2 masih tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima peserta.

“Berapapun jumlah iuran JKN-KIS, saya yakin pasti masih jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan yang dijamin, yang terpenting menurut saya, dengan jumlah iuran tersebut saya masih dapat menjalani cuci darah demi kesehatan yang saya harapkan,” jelas Harisomawati.

Harisomawati adalah salah satu peserta JKN-KIS dari sekian banyak peserta yang merasakan manfaat luar biasa dari Program JKN-KIS, peserta lain mungkin juga berharap hal yang sama yaitu Program JKN-KIS tetap berlanjut dan menjamin pengobatan masyarakat serta seluruh peserta dapat ikut menyukseskan program ini dengan kewajiban masing-masing. (DD/gw)