26 Mei 2020
  |  
Dilihat : 4700 kali

Lewat Telekolekting, BPJS Kesehatan Ingatkan Peserta Bayar Iuran JKN-KIS

Narasumber : Sukirman

Asmat, Jamkesnews – Untuk meningkatkan kolektabilitas iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. BPJS Kesehatan Kabupaten Asmat melakukan telekolekting iuran. Penagihan iuran kepada peserta PBPU yang menunggak melalui telepon berdasarkan jumlah bulan dan tertunggak dan nominal tunggakan.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Asmat Fredi Agam Timisela mengatakan bahwa tujuan dari telekolekting itu sendiri untuk mengingatkan kesadaran peserta JKN-KIS atas kewajibannya membayar iuran JKN-KIS. Selain tagihan, petugas telekolekting juga memberikan informasi kepada peserta tentang Program JKN-KIS.

"Selain menelepon juga disampaikan melalui chat aplikasi messenger untuk menginformasikan jumlah bulan dan nominal tunggakan. Melalui sistem aplikasi monitoring tunggakan peserta PBPU, kami filter terlebih dahulu wilayahnya, lalu jumlah bulan menunggak di atas 3 bulan dan nominal tunggakannya. Setelah itu, iuran dan bulan menunggaknya kami sampaikan melalui aplikasi Whatsapp maupun dengan SMS blast," ucap Fredi, Selasa (26/05).

Peserta yang menunggak menyebabkan kepesertaan JKN-KIS tidak aktif dan memiliki resiko terkena denda pelayanan kesehatan apabila peserta mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit sebelum 45 hari setelah kepesertaan aktif.

Pada kesempatan tersebut, tim jamkesnews mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dengan salah satu peserta menunggak. Sukirman (41) terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBPU yang menunggak iuran JKN-KIS selama 3 bulan. Ia berprofesi sebagai pengantar barang maupun logistik lintas kabupaten.

“Saya, istri dan 1 orang anak saya terdaftar sebagai peserta PBPU kelas II. Alhamdulillah belum pernah menggunakan JKN-KIS dan mudah-mudahan tidak pernah menggunakannya. Mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk melindungi saya dan keluarga dari risiko biaya apabila mendapatkan layanan kesehatan. sekarang biaya pelayanan kesehatan kan mahal, jadi harus ada JKN-KIS,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, ia menunggak bukan karena tidak mampu membayar, namun karena ia beberapa bulan di luar kota dan beranggapan iuran JKN-KIS tidak dapat dibayarkan selain di daerah terdaftar. Namun setelah mendapatkan informasi dari petugas telekolekting BPJS Kesehatan, ia pun sudah mengerti dan akan melunasi tunggakan iurannya.

"Iuran yang telah saya bayarkan mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Sukirman. (TR/ip)