18 Mei 2020
  |  
Dilihat : 28 kali

Nuraye: Bersyukur Pemerintah Tanggung Biaya Kesehatan Keluarga Saya Melalui JKN-KIS

Narasumber : Nuraye

Bima, Jamkesnews - Jaminan kesehatan sudah menjadi hal mendasar bagi masyarakat saat ini, sehingga memiliki  Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangatlah penting. Pemerintah melalui peraturan perundang-undangan mewajibkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS. Warga negara yang terdaftar menjadi peserta jaminan kesehatan diwajibkan untuk membayar iuran yang besarannya disesuaikan dengan kelas yang dipilih oleh peserta. Khusus untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik itu PBI APBN maupun PBI APBD, iurannya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Nuraye (60) warga Desa Bontokape Kecematan Bolo, bersama dengan anggota keluarganya saat ini telah menjadi peserta JKN-KIS segmen PBI APBN. Ia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh desa sebagai warga kurang mampu. Semenjak memiliki kartu JKN-KIS, ia merasa tidak pernah cemas akan pelayanan dan pembiayaan pelayanan kesehatan.

Ia tidak perlu cemas dengan biaya pelayanan kesehatan. Beberapa waktu yang lalu dirinya sering merasa sakit kepala dan nyeri otot, bahkan dalam 1 tahun ia melakukan pemeriksaan hampir 4 sampai 5 kali di rumah sakit. “Alhamdulillah selama melakukan pemeriksaan itu, saya tidak pernah mengeluarkan uang untuk membayar obat, sementara kalau dilihat harga obat tersebut cukuplah mahal. Awalnya saya menduga akan ada biaya lain yang akan dibebankan kepada saya, namun ternyata tanpa biaya tambahan sama sekali. Sungguh saya merasa sangat senang karena uang yang ada saat itu bisa saya belikan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang lain,” tuturnya haru.

Sebagai peserta PBI, ia mengaku sangat bersyukur bisa menjadi salah satu peserta JKN-KIS yang iurannya ditanggung oleh pemerintah. Ia pun sangat berharap program jaminan kesehatan ini dapat terus berlangsung, karena memberikan manfaat dan ketenangan yang begitu besar, khususnya bagi warga yang tergolong kurang mampu seperti dirinya.

“Harapan saya, semoga dengan adanya program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini mampu meringankan beban masyarakat. Kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bima, saya ucapkan terima kasih karena telah memberikan saya bantuan kartu JKN-KIS ini,” tutup Nuraye. (dh/ic)