07 Mei 2020
  |  
Dilihat : 6218 kali

Di Hari Pendidikan Nasional, Farizah Curhat Pengalaman Ibunya Gunakan JKN-KIS

Narasumber : Farizah Yulianti

Selong, Jamkesnews – Hari Kelahiran Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 02 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional untuk mengenang jasa – jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan taman siswa. Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional tentu kita tidak asing dengan istilah terkenal di dunia pendidikan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” yang diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah “Di Depan Memberi Teladan, Di Tengah Memberi Bimbingan, Di Belakang Memberi Dorongan.” Berbicara mengenai pendidikan tentu tidak terlepas dari peran para guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bahkan ada istilah mengatakan bahwa guru adalah pekerjaan yang mulia.

Pada Hari Pendidikan Nasional, tim Jamkesnews berkesempatan mewawancarai  salah satu guru privat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Farizah Yulianti adalah warga dari Nusa Tenggara Barat, ia berprofesi sebagai guru privat. Mengabdi sebagai seorang guru adalah cita–citanya sejak kecil, tidak ada yang menyangka cita – citanya itu akan terwujud diusianya yang menginjak 23 tahun ini. Farizah sapaannya mengaku sangat bangga akan profesinya sebagai seorang guru. Di samping itu Farizah ternyata adalah Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) yang masih aktif hingga saat ini. Ia bersedia membagikan pengalamannya ketika sang ibu jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

“Kalau saya sendiri masih belum pernah pakai JKN - KIS, Allhamdulillah masih diberikan kesehatan hingga saat ini, tetapi saya mempunyai pengalaman menggunakan JKN – KIS  saat ibu saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dengan adanya JKN–KIS sangat membantu keluarga saya, saat itu ibu saya harus dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Kota dan Allhamdulillah tidak ada sama sekali biaya, selain itu ibu saya saat dirawat mendapat kamar paling bagus,” cerita Farizah.

Pengalaman ibunya saat dirawat membuat Farizah terus mendukung Program JKN-KIS bahkan ia berharap agar JKN-KIS terus selalu ada. “Semoga pelayanan kepada JKN–KIS terus optimal dan semakin baik kedepannya,” tutup Farizah. (dh/ay)