02 Mei 2020
  |  
Dilihat : 6124 kali

Lakukan Terobosan Baru, BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Skrining Mandiri Covid-19

Narasumber : Nuzul Rizal

Selong, Jamkesnews – Pada Bulan Maret lalu organisasi kesehatan dunia (WHO) resmi menyatakan infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai Pandemi. Pandemi adalah epidemi yang telah menyebar ke beberapa benua atau negara yang mempengaruhi masyarakat dalam jumlah besar. Di Indonesia sendiri orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah sejak pertama kali pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 pada 02 Maret 2020, hari ini tepat dua bulan sejak kejadian pertama kali diumumkan. Total per 02 April 2020 jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 10.551 jiwa dengan korban meninggal dunia akibat keganasan virus ini telah menembus angka 800 orang dan yang dinyatakan sembuh menembus angka 1591 orang. Tentu perhatian semua pihak tertuju untuk menekan pertumbuhan laju Covid-19 karena hingga saat ini obat  maupun vaksin untuk virus ini pun belum ditemukan.

Untuk menekan laju penyebaran Covid-19 ini, pemerintah telah mewajibkan masyarakat untuk memakai masker jika keluar rumah, seperti halnya di Kabupaten Lombok Timur, pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mewajibkan masyarakatnya untuk memakai masker jika beraktivitas di luar rumah. Sejalan dengan kebijakan pemerintah tersebut, BPJS Kesehatan pun ikut menekan laju pertumbuhan Covid-19 dengan melakukan upaya terobosan baru seperti mewajibkan penggunaan masker jika ke kantor BPJS Kesehatan, physical distancing dengan cara membuat jarak antar peserta, mengukur suhu tubuh pegawai dan peserta yang hendak ke kantor mendapatkan layanan, penyediaan hand sanitizer, membuat berbagai inovasi layanan online bahkan baru-baru ini BPJS Kesehatan meluncurkan fitur skrining Mandiri Covid-19 pada Aplikasi Mobile JKN.

Fitur skrining Mandiri Covid-19 pada Aplikasi Mobile JKN ini dinyakini dapat menekan laju penyebaran Covid-19, karena akan ada beberapa pertanyaan yang wajib diisi oleh peserta dan pada halaman terakhir skrining akan keluar hasil apakah kita berpotensi tinggi atau rendah terpapar Covid-19. Manfaat skrining Mandiri Covid-19 ini dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS, dialah Nuzul Rizal ia mengaku sangat tertarik mengenai fitur tambahan pada Aplikasi Mobile JKN ini.

“Saya sangat mengapresiasi fitur baru pada Mobile JKN ini sehingga saya dapat mengetahui potensi penularan saya terhadap Covid-19 ini, saya tidak perlu panik dan bingung untuk mengetahui apakah saya berisiko tinggi atau rendah tertular Covid-19 ini karena di akhir skrining kita akan mengetahui hasilnya, mantap deh aplikasi mobile JKN ini,” cerita Rizal. (dh/ay)