03 Apr 2020
  |  
Dilihat : 38 kali

Hamdan : Terima Kasih BPJS Kesehatan, Persalinan Istri Saya Terasa Mudah

Narasumber : Hamdan Zulkarnaen

Cibinong, Jamkesnews – Upaya pemerintah Indonesia dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruhmasyarakat Indonesia terlihat dengan terbentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada Tahun 2014. Program JKN-KIS tersebut diupayakan Pemerintah dapat membantu masyarakat menengah kebawah maupun masyarakat menengah keatas untuk mendapatkan jaminan kesehatan tanpa adanya perbedaan. Hal ini, tidak hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia saja tetapi Warga Negara Asing juga dapat menikmati Program JKN-KIS apabila telah bekerja selama 6 bulan di Indonesia.

Semenjak Program JKN-KIS Kesehatan ini diberlakukan, banyak masyarakat yang telah merasakan kemudahan dan keuntungannya sebagai bagian dari peserta Program tersebut. Salah satunya adalah Hamdan, seoranga wiraswasta yang bertempat tinggal di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. Ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS melalui perusahaan tempat ia bekerja sejak tahun 2016, sampai saat ini banyak kemudahan dan keuntungan yang telah ia dapatkan.

Saat ditemui tim Jamkesnews, Hamdan mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Ia mnegaku telah mendapatkan manfaat yang diberikan oleh Program JKN-KIS itu, terlebih saat proses persalinan istrinya.

“Saya tidak ambil pusing memikirkan biaya yang akan dikeluarkan dan saya hanya bermodalkan Kartu JKN-KIS saja. Istri saya melahirkan secara normal tanpa operasi, alhamdulilah berjalan normal dan pelayanannya baik sekali. Saya sangat berterima kasih sekali adanya Program JKN-KIS. Tanpa adanya JKN-KIS biaya persalinan istri saya sangat besar bagi saya, tetapi dengan adanya JKN-KIS saya jadi lebih ringan, bahkan hampir tidak keluar duit sama sekali,” ujar Hamdan, Kamis (2/04).

Menurut Hamdan, apabila pada saat berobat jika lupa membawa kartu JKN-KIS dapat menunjukkan melalui aplikasi Mobile JKN melalui smartphone. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi, ia mengatakan bahwa seluruh kebutuhan peserta JKN-KIS dapat terakomodir hanya lewat smartphone saja.

"Jika kita lupa bawa kartu JKN-KIS, kini kita bisa mendapatkannya dalam aplikasi Mobile JKN. Selain itu, kebutuhan kita juga dapat diakomodir oleh BPJS Kesehatan lewat aplikasi tersebut. Jadi sekarang terasa lebih mudah dengan smartphone saja," tambah Hamdan.

Selain itu, ia berharap kedepannya, BPJS Kesehatan selalu melayani para pesertanya dengan sepenuh hati dan tetap meningkatkan kualitas pelayanan lebih baik lagi. Kemudian bagi masyarakat Indonesia yang belum mendaftar sebagi peserta Program JKN-KIS segera mendaftar agar memiliki jaminan kesehatan sebelum terjatuh sakit dan bisa membantu sesama melalui iuran secara gotong royong agar semua tertolong. (TA)