01 Apr 2020
  |  
Dilihat : 23 kali

Dengan JKN-KIS, Kini Masyarakat Tak Khawatirkan Biaya Periksa ke Dokter Gigi

Narasumber : Rahma Devi

Semarang, Jamkesnews – Banyak masyarakat khawatir bahwa pengobatan gigi membutuhkan biaya yang mahal. Namun perlu diketahui bahwa pelayanan kesehatan gigi sejatinya dijamin dalam Program JKN-KIS

Rahma Devi adalah Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang sekaligus sebagai Dokter Praktik Perorangan (DPP) yang khusus menangani kesehatan gigi dan mulut. Devi selalu mendukung JKN-KIS dari awal berdirinya BPJS Kesehatan karena dirinya yakin program ini adalah awal yang baik untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat.

“Dengan adanya JKN-KIS, akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih luas. Sekarang juga masyarakat lebih sadar untuk memeriksakan gigi karena sudah ada jaminan kesehatan yang menanggung biayanya. Selama mengikut prosedur yang berlaku, tidak perlu khawatir lagi soal biaya jika mau memeriksakan kondisi gigi," ucap Devi, Rabu (01/04).

Ia pun menyampaikan bahwa dengan adanya Program JKN-KIS, ia sebagai DPP juga mempunyai tugas tanggung jawab untuk membuat masyarakat menjadi lebih sehat dengan dilaksankanannya program preventif dan promotif. Ia mengatakan, ada komitmen fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. 

Perlu diketahui pula bahwa  meningkatkan mutu pelayanan merupakan salah satu upaya untuk memperoleh akreditasi suatu fasilitas kesehatan. Dasar hukum persyaratan akreditasi, tertuang dalam Permenkes Nomor, 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, tempat praktek mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi dan Permenkes Nomor 34 Tahun 2017 Tentang Akreditasi Rumah Sakit.

“Saya juga berharap agar FKTP dan FKRTL selalu meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Instrumen yang dapat di pakai untuk mengukur peningkatan mutu pelayanan adalah dengan akreditasi. Sehingga kami akan terus mendorong FKTP selain Puskesmas untuk patuh terhadap akreditasi,” ucapnya. (ma/hm)