31 Mar 2020
  |  
Dilihat : 56 kali

KEHADIRAN PROGRAM JKN-KIS SANGAT MEMBANTU SAYA HADAPI GAGAL GINJAL

Narasumber : Muslih

Banjarmasin, Jamkesnews - Muslih merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah merasakan manfaat program yang dihadirkan oleh pemerintah ini untuk menjamin masyarakatnya akan kebutuhan kesehatan. Muslih yang kini telah berusia 45 tahun, tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa di usianya saat ini ia harus menjalani cuci darah atau haemodialisa sebanyak 2 kali dalam seminggu. Kondisi ginjal Muslih dirasakan mulai memburuk dari tahun 2015, setelah melakukan banyak pertimbangan akhirnya ia memberanikan diri memeriksakan dirinya ke dokter. Pada bulan Oktober 2015, dokter mendiagnosa bahwa kondisi ginjal Muslih sudah tidak mampu lagi berfungsi dengan baik dan diharuskan menjalani cuci darah.

“Awalnya saya ragu untuk memeriksakan penyakit saya, karena terkendala biaya. Barulah saya ingat bila saya memiliki JKN-KIS. karena rasa sakit yang semakin tidak bisa ditahan akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan kondisi saya ke dokter. Dan saya terkejut saat saya didiagnosa gagal ginjal, dan dokter menganjurkan untuk melakukan cuci darah. Saya benar-benar ragu saat itu karena takut pengobatan saya tidak dijamin karena pasti biayanya sangat mahal dan harus dilakukan secara rutin,” kata Muslih.

Muslih akhirnya menjalani program cuci darahnya untuk pertama kali. Bermodalkan KIS, Muslih dapat menjalani pengobatan tersebut tanpa biaya sama sekali. Betapa bersyukurnya ia saat mengetahui bahwa program JKN-KIS meng-cover seluruh biaya pengobatannya tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Tidak terbayang jika harus bayar secara mandiri. Bayangkan saja, sekali cuci biayanya satu juta lebih, kalau sebulan bisa habis berapa, apalagi ini harus terus menerus. Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Terlebih JKN-KIS yang saya miliki iurannya dibayarkan oleh pemerintah setiap bulannya. Sungguh saya sangat terbantu dengan program ini,” ujar Muslih.

Program JKN-KIS yang dijalankan BPJS Kesehatan tidak hanya membantu Muslih dalam menjalankan pengobatan rutin cuci darahnya, namun juga sudah membantu ia saat menjalani pengobatan rawat inap.

“Kalau kondisi drop, ya akhirnya rawat inap. Walau penjaminan saya hanya di kelas 3 saja, tapi itu sudah lebih dari cukup. Pelayanannya baik, cepat, dan bagus. Semoga saja BPJS Kesehatan selalu ada,” tutup Muslih. (KA/gn)