31 Mar 2020
  |  
Dilihat : 25 kali

Kai Asal Aluan Cuci Darah Tanpa Biaya Berkat JKN-KIS

Narasumber : Muhammad

Hulu Sungai Tengah, Jamkesnews – Kai atau sebutan kakek dalam Bahasa Banjar bernama Muhammad rutin jalani hemodialisa atau cuci darah. Beruntungnya cuci darah bisa dilakukan tiap minggunya karena Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kakek asal Aluan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini menceritakan pengalamannya beberapa waktu di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Pasalnya Muhammad selama ini rutin menggunakan JKN-KIS yang sudah sering membantunya dalam menjalani pengobatan tanpa dikenakan biaya sedikitpun.

Berawal dari himpitan ekonomi, membuat kehidupan Muhammad tidak berjalan mulus seperti yang dialami orang kebanyakan. Sehingga hidupnya rentan akan munculnya bibit penyakit. Namun kini dirinya bersyukur. Semenjak mendapatkan bantuan berupa kartu JKN-KIS dari Pemerintah Pusat, ia terbantu untuk menjalani pengobatan. Mulai dari penyakit yang sepele hingga masalah ginjal yang dialami.

“Setiap hari saya bertani untuk mencari nafkah, sampai-sampai lupa dengan kondisi kesehatan saya,” tutur Muhammad dalam terjemahan dari Bahasa Banjar. Muhammad mengaku telah menjadi peserta JKN-KIS semenjak tahun 2017 lalu. “Awalnya saya menderita penyakit darah tinggi, kolestrol dan asam urat. Alhamdulillah semua penyakit itu sudah sembuh semua berkat kartu ini, tinggal yang terakhir ginjal ini saja,” bebernya.

Sampai saat ini, karena penyakit gagal ginjal itulah yang mengantarkannya rutin melakukan cuci darah. “Saya sudah rutin melakukan cuci darah sejak Juli tahun 2017 kemarin. Cara inilah yang dapat memperpanjang umur saya hingga saat ini,” terang Muhammad. Walaupun harus sering bertolak dari Aluan ke Barabai, namun dirinya tetap bersyukur biaya pengobatan yang ditempuhnya tak ada pungutan biaya sama sekali.

Selama menggunakan JKN-KIS, Muhammad merasa tak ada kendala yang berarti. Baik dari segi pelayanan kesehatan maupun administrasinya. “Sejak menggunakan kartu KIS ini, semua pelayanan yang diberikan baik dan enak saja. Bagus dan lancar. Tidak ada pengobatan saya yang ditolak, tidak ada hambatan yang berarti, bahkan tidak ada biaya sama sekali yang saya keluarkan,” terang Muhammad.

Tak berhentinya Muhammad mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah membantunya cuci darah hingga bertahun-tahun. Dan tak pernah dibayangkan berapa biaya yang harus dibayarkan untuk setiap kali pengobatannya. “Saya sudah tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengungkapkan rasa terimakasih ini, semoga saja Program JKN-KIS akan tetap berjalan selamanya,” tutup Muhammad mengakhiri. (KA/rz)